Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Potensi Bencana di Kabupaten Mojokerto Masih Tinggi, Sepanjang 2024 Terjadi 53 Angin Kencang hingga Longsor

Khudori Aliandu • Senin, 19 Februari 2024 | 13:50 WIB

ASESMEN: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto bersama BBWS melakukan asesmen tanggul ambrol di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari.
ASESMEN: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto bersama BBWS melakukan asesmen tanggul ambrol di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Memasuki puncak musim hujan potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi. Awal tahun ini saja ada 53 kejadian bencana mulai angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida menegaskan, bulan ini potensi bencana masih tinggi.

Masyarakat pun diminta tetap waspada, utamanya, saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dalam waktu yang lama.

Awal tahun ini saja setidaknya ada puluhan peristiwa terjadi. ’’Sesuai data BPBD, bencana didominasi angin kencang,’’ ungkapnya.

Dalam kurun waktu dua bulan ini setidaknya ada 36 kejadian angin kencang. 31 kali terjadi bulan Januari dan 5 kejadian di Februari.

TANGGUH: Siswa SMKN 1 Jetis diajari dan dilatih fasilitator SPAB dari BPBD Jatim dalam penanganan mitigasi bencana.
TANGGUH: Siswa SMKN 1 Jetis diajari dan dilatih fasilitator SPAB dari BPBD Jatim dalam penanganan mitigasi bencana.

Menurutnya, bencana pada cuaca ekstrem angin kencang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Mojokerto.

’’Namun untuk kejadian menonjol bencana angin kencang terjadi di Kemlagi awal tahun baru itu,’’ tegasnya.

Angin kencang yang melanda empat desa di Kecamatan Kemlagi merusak ratusan rumah. Tersebar di Desa Pandankrajan, Desa Mojogebang, Desa Mojopilang dan Desa Mojowono. Peristiwa angin kencang juga kembali terjadi di 10 kecamatan.

Meliputi, Kecamatan Kemlagi, Jetis, Trowulan, Sooko, Puri, Dlanggu, Kutorejo, Gondang, Mojosari dan Pungging.

’’Dampak angin kencang ini juga merobohkan puluhan pohon di tepi jalan raya maupun di kawasan permukiman,’’ tegasnya.

BERISIKO: Tebing curam di wilayah Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, yang viral di media sosial belakangan ini rawan longsor.
BERISIKO: Tebing curam di wilayah Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, yang viral di media sosial belakangan ini rawan longsor.

Bencana banjir di posisi kedua kejadian bencana alam di musim penghujan ini. Banjir yang terjadi tahun ini tak sampai menggenang sampai berhari-hari.

Penanganan masif yang dilakukan Pemkab Mojokerto berhasil membuat banjir cepat surut. Benar saja, di Januari lalu, dari tiga kejadian masuk kategori banjir genangan.

’’Sedangkan untuk Februari ini sudah ada 11 kejadian banjir, kategori banjir drainase, banjir luapan, genangan, dan tanggul jebol,’’ urainya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menambahkan, sesuai data bencana untuk daerah langganan banjir ada di Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Desa Jotangan dan Desa Kebondalem Kecamatan Mojosari.

PENANGANAN: Petugas gabungan membersihkan material longsor yang menutup ruas Jalan Pacet-Trawas di Dusun Mligi, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Selasa (6/2) malam.
PENANGANAN: Petugas gabungan membersihkan material longsor yang menutup ruas Jalan Pacet-Trawas di Dusun Mligi, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Selasa (6/2) malam.

Lalu ada di Desa Pulorejo, Dawarblandong, Desa Bendung, Dan Desa/Kecamatan Jetis. Termasuk, di Desa Mojogebang dan Desa Watesprojo, Kemlagi.

’’Untuk banjir genangan di jalan raya ada di Desa Kembangsri, Ngoro dan jalan Modongan, Kecamatan Sooko, serta jalan raya simpang empat, Kecamatan Jetis,’’ ungkapnya.

Memasuki puncak musim hujan potensi bencana hidrometeorologi tersebut masih tinggi. Baik itu, bencana angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Pada Februari terjadi tiga bencana longsor.

’’Khusus bencana longsor yang perlu diwaspadai ada di kawasan Pacet dan Trawas,’’ tuturnya. (ori/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten #mojokerto #bencana