Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida menegaskan, bulan ini potensi bencana masih tinggi.
Masyarakat pun diminta tetap waspada, utamanya, saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dalam waktu yang lama.
Awal tahun ini saja setidaknya ada puluhan peristiwa terjadi. ’’Sesuai data BPBD, bencana didominasi angin kencang,’’ ungkapnya.
Dalam kurun waktu dua bulan ini setidaknya ada 36 kejadian angin kencang. 31 kali terjadi bulan Januari dan 5 kejadian di Februari.
Menurutnya, bencana pada cuaca ekstrem angin kencang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Mojokerto.
’’Namun untuk kejadian menonjol bencana angin kencang terjadi di Kemlagi awal tahun baru itu,’’ tegasnya.
Angin kencang yang melanda empat desa di Kecamatan Kemlagi merusak ratusan rumah. Tersebar di Desa Pandankrajan, Desa Mojogebang, Desa Mojopilang dan Desa Mojowono. Peristiwa angin kencang juga kembali terjadi di 10 kecamatan.
Meliputi, Kecamatan Kemlagi, Jetis, Trowulan, Sooko, Puri, Dlanggu, Kutorejo, Gondang, Mojosari dan Pungging.
’’Dampak angin kencang ini juga merobohkan puluhan pohon di tepi jalan raya maupun di kawasan permukiman,’’ tegasnya.
Bencana banjir di posisi kedua kejadian bencana alam di musim penghujan ini. Banjir yang terjadi tahun ini tak sampai menggenang sampai berhari-hari.
Penanganan masif yang dilakukan Pemkab Mojokerto berhasil membuat banjir cepat surut. Benar saja, di Januari lalu, dari tiga kejadian masuk kategori banjir genangan.
’’Sedangkan untuk Februari ini sudah ada 11 kejadian banjir, kategori banjir drainase, banjir luapan, genangan, dan tanggul jebol,’’ urainya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menambahkan, sesuai data bencana untuk daerah langganan banjir ada di Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Desa Jotangan dan Desa Kebondalem Kecamatan Mojosari.
Lalu ada di Desa Pulorejo, Dawarblandong, Desa Bendung, Dan Desa/Kecamatan Jetis. Termasuk, di Desa Mojogebang dan Desa Watesprojo, Kemlagi.
’’Untuk banjir genangan di jalan raya ada di Desa Kembangsri, Ngoro dan jalan Modongan, Kecamatan Sooko, serta jalan raya simpang empat, Kecamatan Jetis,’’ ungkapnya.
Memasuki puncak musim hujan potensi bencana hidrometeorologi tersebut masih tinggi. Baik itu, bencana angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Pada Februari terjadi tiga bencana longsor.
’’Khusus bencana longsor yang perlu diwaspadai ada di kawasan Pacet dan Trawas,’’ tuturnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah