Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dilanjutkan, Bantuan Pangan Beras 10 Kg Jatah Februari di Mojokerto Tunggu Rakor dengan Kades,

Khudori Aliandu • Jumat, 16 Februari 2024 | 16:15 WIB

PANTAU LANGSUNG: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turun ke Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, untuk memantau penyaluran bantuan pangan, kemarin (1/2).
PANTAU LANGSUNG: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turun ke Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, untuk memantau penyaluran bantuan pangan, kemarin (1/2).
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) jatah Januari di Kabupaten Mojokerto kembali dilanjutkan hari ini.

Hanya saja untuk jatah Februari, pemda dan bulog perlu melakukan rapat koordinasi bersama desa untuk menghindari ketimpangan terulang.

Kepala Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Selatan Rusli, mengatakan, penyaluran bantuan pangan yang sempat dihentikan karena ada helatan pemilu serentak 14 Februari, belakangan akan segera dilanjutkan lagi.

Ia pun memastikan bakal dituntaskan hari ini.

’’Karena pemilu sudah selesai, besok kita rencakan untuk penyaluran bantuan pangan berasnya kita lanjutkan,’’ ungkapnya.

Menurutnya, panyaluran ini menyasar Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas yang sebelumnya terccer akibat ada instruksi penghentian dari pemerintah pusat.

Setidaknya ada 176 keluarga penerima manfaat (KPM) yang jadi sasaran. ’’Sehari kita target tuntas, tinggal satu desa itu saja saja kok,’’ tegasnya.

Sebaliknya untuk jatah Februari, pihaknya perlu melakukan rapat koordinasi bersama desa dulu.

Hal itu untuk menghindari terjadinya ketimpangan data penerima terulang.

Hanya saja, pertemuan ini baru bisa dijadwalkan pekan depan lantaran saat ini desa masih belum siap.

’’Info yang saya terima, desa siapnya baru minggu depan, karena minggu ini mereka masih disibukkan dengan pemilu, jadi biar clear dulu persoalan pemilu, baru kita koordinasikan,’’ paparnya.

Rusli menegaskan, rakor bersama desa ini menjadi sangat penting dilakukan sebelum akhirnya penyaluran bantuan pangan beras jatah Februari ini kembali digelontorkan ke setiap desa.

Selain mensingkrongkan data penerima, sekaligus membahas mekanisme penyaluran agar tidak terjadi ketimpangan lagi seperti penyaluran sebelumnya.

’’Termasuk kita harus menyingkronkan lagi terkait data pengganti yang dilakukan desa sebelumnya. Intinya kita mau up date data lagi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran,’’ tandas Rusli.

Sesuai data, kuota bantuan yang dikucurkan tetap sama dengan jumlah 97.191 KPM dengan masing-masing KPM dapat jatah 10 kg per bulan.

Hanya saja, tingginya penggantian penerima bantuan melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang diteken kepala desa menjadikan sasaran penerima bisa berubah.

Sehingga kondisi itu perlu dilakukan verifikasi dan validasi lagi by name by address.

’’Penyaluran untuk jatah Februari ini sebenarnya sudah mulai kita jadwalkan, tetapi paling tidak setelah kita rapatkan dengan kades beras bisa salur dengan lancer, tidak amburadul seperti jatah Januari,’’ urainya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#pangan #kabupaten #kades #mojokerto #bantuan