Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemdes Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jadi Identitas, Segera Tuntaskan Pembangunan Kantor Desa

Martda Vadetya • Senin, 5 Februari 2024 | 07:36 WIB

KHAS: Selain sebagai identitas desa, Kantor Desa Gemekan yang dibangun dengan konsep perpaduan kolonial dan majapahitan segera dituntaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
KHAS: Selain sebagai identitas desa, Kantor Desa Gemekan yang dibangun dengan konsep perpaduan kolonial dan majapahitan segera dituntaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
PEMENUHAN sarana dan prasarana menjadi atensi Pemerintah Desa (Pemdes) Gemekan, Kecamatan Sooko.

Khususnya, pembangunan yang berorientasi pada peningkatan pelayanan dan asas manfaat.

Seperti pembangunan kantor desa yang mencerminkan identitas serta menyiratkan harapan besar untuk kemajuan desa.

Sekretaris Desa Gemekan Hendra Agung Setiawan menerangkan, pembangunan kantor desa dengan luas sekitar 24x16 meter mulai bergulir sejak Juli hingga Desember 2023 lalu.

Bangunan dua lantai ini berdiri hasil gelontoran BK Desa 2023 senilai Rp 400 juta.

”Sebenarnya pembangunan ini masih 50 persen dari site plan. Insyaallah sisanya kita lanjutkan di 2025 nanti,” ungkapnya.

Hendra mengatakan, pembangunan kantor pelayanan ini tak lain untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

Sekaligus, melengkapi ruang kerja bagi karang taruna, badan usaha milik desa (BUMDes), BPD hingga LPM.

”Sejauh ini, lembaga-lembaga desa ini belum punya ruang sendiri. Begitu juga ruang pelayanan, belum punya ruang tunggu,” sebut Hendra.

Ada filosofi yang tersirat dari berdirinya bangnan dua lantai tersebut.

Terlihat dari keberadaan dua terakota miniatur candi di bagian depan dan corak kolonial dari gedung bernuansa putih tersebut.

”Konsepnya perpaduan dari era kolonial dan majapahitan. Karena di era itu nama Desa Gemekan sudah disebut dan menjadi salah satu desa yang dikenal sebagai lumbung pangan negara dan kerajaan,” tuturnya.

Ketika itu, lanjut Sekdes, selain sudah disebut Gemekan di era Belanda, Masahar merupakan nama lain Desa Gemekan di era kerajaan Hindu-Buddha.

Seperti yang tertuang dalam Prasasti Masahar dan hikayat Babad Tanah Jawi.

”Di situ disebut nama Ki Buyut Masahar. Nama Bangsawan atau pejabat yang membawahi wilayah Gemekan sebagai lumbung pangan. Yang sudah dikenal sejak era Mpu Sindok (Mataram kuno) sampai Kolonial. Begitu juga dengan bangunan lantai dua yang ada di bagian tengah saja, kita terapkan konsep (arca) lingga yoni yang jadi simbol penciptaan di era Majapahit,” beber Sekdes.

Penerapan filosofi pada bangunan tersebut menyiratkan harapan besar bagi masyarakat desa.

Selain sebagai identitas, sejarah desa yang pernah berjaya dan dikenal seantero negara kala itu diharapkan mampu terulang di era kini.

Dengan memanfaatkan segudang potensi yang ada. Baik dari sektor pertanian, UMKM, hingga industri kreatif.

”Harapannya juga seperti gagasan Trisakti Bung Karno. Desa yang berdaulat dalam kebijakan, berdikari dalam Ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan” tandasnya. (vad/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#sooko #kabupaten #gemekan #mojokerto #pemdes