Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Buka Jalur Anyar Pacet-Cangar, Dishub Jatim Pastikan Angkutan Mojokerto-Batu Lebih Aman

Martda Vadetya • Senin, 29 Januari 2024 | 17:00 WIB

JALUR EKSTREM: Jalan menurun di jalur Pacet-Cangar terus dicermati sebelum sebelum angkutan kota dalam provinsi (AKDP) trayek Mojokerto-Batu resmi beroperasi.
JALUR EKSTREM: Jalan menurun di jalur Pacet-Cangar terus dicermati sebelum sebelum angkutan kota dalam provinsi (AKDP) trayek Mojokerto-Batu resmi beroperasi.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pembukaan jalur anyar Pacet-Cangar belakangan kian menguat seiring mulai beroperasinya angkutan Mojokerto-Batu.

Dishub setempat bakal memecah jalur agar angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang turun dari Batu bisa melintas ruas jalan yang lebih landai. 

Mengingat, jalur Pacet-Cangar dikenal sebagai jalur tengkorak karena sering terjadi kecelakaan akibat rem blong.

Khususnya bagi kendaraan yang melintas dari arah Batu, akibat kontur jalan yang curam.

’’Untuk pemecahan jalur dari Cangar ke Pacet ini usulan kami dari 2022. Tujuannya, menghindari jalan menurun dari Rest Area Sendi sampai Tikungan Gotekan. Karena ini jalur turunan yang panjang dan sering terjadi kecelakaan rem blong,’’ ungkap Kepala DPKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono. 

Pemecahan jalur ini, lanjut Rachmat, membuat armada AKDP dari arah Batu tidak melintasi Tikungan Gotekan. Nantinya, angkutan bakal melewati jalur Ngepreh dan keluar di tikungan Obech Rafting.

Sedangkan armada yang menuju Kota Batu akan tetap menanjak melintasi Tikungan Gotekan.

Jalur Ngepreh dinilai lebih aman karena jalan menurunnya relatif landai dan jauh dari tepi jurang.

Meski kondisi eksisting masih belum bisa dikatakan layang untuk dilintasi.

’’Sebenarnya ada alternatif lain, lewat jalur AMD. Tapi kendaraan harus crossing jalur lawan karena dari arah Batu ada di kanan jalan. Jadi kami rekomendasikan jalur Ngepreh karena ada di kiri jalan,’’ urainya. 

Rachmat mengaku, kondisi jalur Ngepreh dengan panjang lebih dari 300 meter tersebut belum tersentuh pembangunan.

Namun, menurutnya dinilai akan lebih representatif jika telah dirombak DPU Bina Marga Jatim.

’’Untuk kondisi jalan eksisting masih dari makadam, bisa diperbaiki lagi oleh Bina Marga. Saat diperbaiki itu, sebanarnya tingkat kecuramannya juga bisa dibuat sedemikian rupa oleh Bina Marga agar lebih aman lagi,’’ papar Rachmat. 

Hal ini senada dengan rencana Dishub Provinsi Jatim untuk memberikan jaminan ekstra bagi para penumpang angkutan AKDP Mojokerto-Batu sejak resmi beroperasi, Rabu (24/1).

’’Memang nanti kita akan bedakan jalur untuk armada yang naik menuju Batu dan turun ke Mojokerto. Yang turun nanti kita akan lewatkan Ngepreh dan yang naik tetap lewat Gotekan,’’ terang Kadishub Jatim Nyono saat peresmian angkutan Mojokerto-Batu, pekan lalu. 

Pihaknya menyatakan, upaya itu untuk meminimalisir risiko kecelakaan rem blong pada armada anyar tersebut.

Kendati diberlakukan SOP khusus dan dikemudikan sopir handal. Hanya saja, Nyono belum bisa memastikan jalur anyar tersebut resmi dibuka dan bisa dilewati.

’’Saat ini masih dikoordinasikan lebih lanjut oleh Bina Marga Jatim bersama Perhutani dan UPT Tahura R Soerjo. Karena wilayah tersebut memang melibatkan lintas instansi. Namun pada prinsipnya sesegera mungkin karena ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,’’ tandas Kadishub. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#dishub #pacet #jatim #mojokerto #cangar