Selain melakukan perluasan ruang terbuka hijau (RTH), sekaligus pemenuhan ruang bermain anak di tiap kecamatan.
Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Mojokerto Yurdiansyah mengatakan, pembangunan dari desa sebagai pemerataan tetap menjadi prioritas pemda tahun ini.
Terbukti kucuran bantuan keuangan (BK) desa yang cukup besar capai Rp 71,26 miliar. ’’Dari Rp 71,26 miliar BK desa yang disalurkan ke 146 desa, Rp 16,6 miliar di antaranya difokuskan untuk infrastruktur wisata desa,’’ ungkapnya.
Ada dua fokus dalam infrastruktur wisata desa ini. Salah satunya dengan perluasan RTH anyar.
Dengan ploting Rp 10 miliar, ruang bermain anak ini bakal dibangun di dua desa. Masing-masing bagi Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo dan Desa Sedati, Kecamatan Ngoro.
Dengan realisasi RTH ini, Pemkab Mojokerto bakal mempunyai destinasi wisata anyar semakin banyak yang menjadi keterwakilan ruang bermain anak di setiap kecamatan.
Di antaranya, RTH Sidorejo Surya Park di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, RTH Mojo Kendi Patirtan (MKP) di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, RTH Wisata Gelang Puri di Desa/Kecamatan Puri, RTH Kentongan Park di Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari.
Tak hanya itu, pemda juga tengah membangun RTH di Desa/Kecamatan Sooko, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, dan di Desa Gedeg/Kecamatan Gedeg.
’’Untuk wisata RTH baru tahun 2024 ada 2 desa, di Desa Jatirejo dan Desa Sedati, Ngoro masing-masing anggaran support dari BK desa senilai Rp 5 miliar,’’ paparnya.
Selain RTH, pemda juga tengah fokus melakukan pengembangan wisata di tujuh desa yang sudah ada melalui kucuran BK desa.
Di antaranya, wisata Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar; dan masing-masing digelontor Rp 1 miliar untuk wisata Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar dan RTH Desa Puri, serta RTH Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis.
Lalu juga ada wisata Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi sebesar Rp 950 juta, wisata Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari sebesar Rp 500 juta, serta wisata Desa Belik, Kecamatan Trawas Rp 150 juta.
’’Jadi selain ada dua RTH baru, juga ada peningkatan wisata existing di tujuh desa dengan anggaran variatif. Total anggaran untuk BK infrastruktur wisata desa seebsar Rp 16,6 miliar,’’ jelas Yurdiansyah.
Melalui perluasan RTH tiap tahunnya, kata Yurdiansyah, tak lain karena itu menjadi kebutuhan masyarakat.
Termasuk pemenuhan ruang bermain anak. Sekaligus wujud komitmen pemda dalam merealisasi pembangunan dimulai dari desa.
’’Jadi Kabupaten Mojokerto maju adil dan makmur itu karena kemajuan desanya. Minimal ada satu RTH di tiap kecamatan. Itu dibangun secara berkala,’’ urainya.
Sebagai tahap lanjutan, pemkab juga melakukan pemetaan potensi desa yang tersebar di 18 kecamatan.
Hal itu agar pembangunannya juga tepat sasaran. Itu lantaran tiap desa memiliki potensi berbeda. Satu desa dengan desa yang lain. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah