Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto juga mulai menyiapkan tenaga yang akan disiagakan menjadi petugas jaga di jalur sebidang tersebut.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Mojokerto Imam Safi’i menyatakan, pengadaan palang pintu KA di Blooto dipastian akan direalisasi dari hasil rapat koordinasi terakhir dengan Dishub Provinsi Jatim dan Balai Teknik Perkeretaapian, kemarin.
’’Sudah kita pastikan. Dan, jadwalnya kisaran Maret atau mungkin bisa lebih awal lagi,’’ terangnya, Jumat (26/1).
Karena itu, Dishub Kota Mojokerto juga mulai menyiapkan calon tenaga yang akan direkrut sebagai penjaga palang pintu. Imam menyebut, total ada 4 personel yang akan disiagakan setiap hari dengan sistem sif.
’’Jadi, tanpa menunggu palang pintunya terpasang, tenaga penjaganya kami siapkan dulu,’’ paparnya.
Rencananya, mulai minggu depan mereka akan diusulkan untuk mengikuti diklat yang digelar Dishub Provinsi Jatim.
Namun, sebut Imam, dari 4 nama yang disiapkan, pemprov hanya mengakomodir 2 tenaga untuk mendapat pembekalan sebagai penjaga palang pintu KA.
’’Karena peminatnya banyak, sehingga diklat dilakukan secara bertahap,’’ jelasnya.
Dia menambahkan, kegiatan diklat akan mulai digulirkan pada Februari. Untuk tahap berikutnya kembali dilaksanakan sekitar April mendatang. Sehingga, saat palang pintu sudah terpasang, petugas jaga sudah siap untuk diterjunkan.
Di samping itu, Dishub Kota Mojokerto juga mengajukan rekomendasi untuk pelebaran jalan di atas perlintasan KA.
Sebab, lanjut Imam, lebar jalan existing saat ini dinilai terlalu sempit karena hanya 3,6 meter.
Sehingga, selama ini kendaraan yang lewat harus bergantian. Karena itu, pemda mengusulkan pelebaran hingga 2,5 meter di sisi kanan dan kiri jalan di atas perlintasan.
’’Sehingga totalnya menjadi 6,1 meter agar bisa untuk dua jalur kendaraan,’’ pungkasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perkeretaapian (Ditjenka) berencana untuk memasang sistem pengaman di perlintasan KA sebidang Blooto.
Dari rencana awal yang akan dipasang jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), realisasinya diundur di 2024 ini.
Total ada 6 titik perlintasan sebidang yang akan dipasang di Jawa Timur. Selain Kota Mojokerto, satu titik lainnya dipasang di perlintasan KA sebidang Damarsi, Kabupaten Mojokerto.
Sedangkan 4 titik palang pintu lainnya akan dioperasionalkan di wilayah Sidoarjo. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah