Acara yang digelar selepas salat isya ini berlangsung layaknya pemilu. Adapun, peserta yang hadir sebagian merupakan perwakilan jamaah Masjid Agung Al-Fattah, tokoh agama serta tokoh masyarakat sekitar Masjid Agung Al-Fattah.
"Pemilihan dilangsungkan karena kepengurusan Masjid Agung Al-Fattah masa bakti sebelumnya telah berakhir. Perlu ada regenerasi lagi dari hasil musyawarah yang sudah dibentuk panitia," kata Sudarno, Ketua Yayasan Masjid Agung Al Fattah.
Keberadaan masjid dan takmir memiliki peranan sangat penting. Sebab memegang amanah untuk membawa jamaah ke arah lebih baik. Selain itu, takmir masjid juga memiliki tanggung jawab yang sangat berat serta sangat mulia.
"Selain mendekatkan diri kepada sang maha pencipta, juga memiliki peran rela berkorban dan mengelola kegiatan positif untuk kemaslahatan jamaahnya," paparnya.
Pemilihan yang berlangsung setiap lima tahun sekali ini dilakukan dengan mekanisme suara terbanyak.
Pada saat pemilihan ketua takmir, muncul dua calon yang terpilih sebagai kandidat ketua takmir Masjid Agung Al-Fattah. Yaitu H. M. Qodri, S.Ag alias Gus Qodri dan Ustadz Mudhoffar.
"Kita juga sengaja mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar, karena Masjid Agung Al-Fattah ini adalah masjid yang menjadi wisata religi dan memiliki nilai historis. Sehingga dalam pengambilan keputusannya membutuhkan bantuan pemikiran dari kalangan umum juga," jelas dia.
Dengan terpilihnya pengurus takmir masjid yang baru ini, diharapkan bisa menghasilkan kinerja yang baik dan berkualitas bagi Masjid Agung Al-Fattah.
Dia juga mendorong supaya aktivitas kepengurusan takmir masjid yang baru tetap terencana, teratur, terpadu, menyeluruh, sinergi dan berkesinambungan serta selalu bersandar kepada Alquran dan Assunnah.
"Tugas atau posisi yang diberikan bukan untuk dibanggakan tapi untuk dipertanggung jawabkan. Setiap nafas baru yang Allah izinkan untuk kita ambil, bukan hanya berkah tetapi juga untuk tanggung jawab dan amanah," pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah