Setelah sebelumnya, dapat kucuran anggaran mencapai Rp 69,7 miliar untuk dua paket proyek, tahun ini pemda kembali gelontor anggaran jumbo sebesar Rp 10 miliar untuk connector atau bangunan penghubung antargedung.
Pekerjaannya pun ditarget rampung tujuh bulan. Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub, mengatakan tahun ini pembangunan di lingkungan rumah sakit kembali dilanjutkan.
Setelah sebelumnya fokus membangun IGD Terpadu dengan kontrak Rp 35,8 miliar dan Poliklinik Terpadu senilai Rp 33,9 miliar, tahun ini pembangunan lebih pada connector antargedung.
’’Paket proyeknya tahun ini terkait pengadaan bangunan penghubung antargedung, nilai pagunya Rp 10 miliar dan HPS-nya Rp 9,9 miliar,’’ ungkapnya.
Menurutnya, Rp 10 miliar pada proyek ini bersumber dari APBD 2024 sebesar Rp 6 miliar dan BLUD RSUD Rp 4 miliar. Pekerjaan ini juga ditetapkan sebagai proyek strategis daerah sesuai surat keputusan (SK) bupati.
Paket ini sudah dilakukan lelang dini sejak akhir Desember lalu, sehingga pada pertengahan Januari ini tender sudah selesai dengan pemenang berkontrak CV King Arkha Perkasa asal Kabupaten Lumajang dengan nilai Rp 8,5 miliar.
Teken kontrak juga sudah dilakukan pada 12 Januari lalu dan berlanjut ke pekerjaan.
’’Sesuai kontrak, ditarget proyek berlangsung 210 hari kalender atau selama tujuh bulan, jadi selesai pada pertengahan Agustus,’’ ujarnya.
Ada empat ruang lingkup pekerjaan pada connector ini. Dimulai, pekerjaan persiapan, dilanjut pekerjaan struktur, lalu arsitektur, serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
Elektrikal ini meliputi, panel penerangan hingga pekerjaan plumbing. dr Djalu menegaskan, dengan connector ini, ke depan layanan di RSUD dilakukan terpusat.
Kondisi itu juga tak sampai membingungkan keluarga pasien karena diterapkan satu pintu.
’’Prinsipnya, ini bagian dari konsistensi pemerintah daerah menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, yakni dengan meningkatkan fasilitas layanan,’’ tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, dua proyek jumbo di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, molor. Hingga ganti tahun, proyek strategis daerah dengan anggaran mencapai Rp 69,7 miliar itu belum tuntas. Pengerjaan fisik keduanya pun masih terus berlangsung.
Masing-masing, pembangunan IGD Terpadu sebesar Rp 35,8 miliar yang dikerjakan Pulau Intan Perdana asal Bogor dan Poliklinik Terpadu senilai Rp 33,9 miliar oleh PT. Suramadu Nusantara Enjiniring asal Surabaya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah