Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cara Umat Kristen Ortodoks Kabupaten Mojokerto Rayakan Natal, Jemaat Perempuan Kenakan Kerudung, Bawa Pesan Kebhinnekaan

Farisma Romawan • Selasa, 9 Januari 2024 | 00:52 WIB

KHUSYUK: Umat kristen ortodoks Kota Mojokerto menjalankan ritual misa natal di Kapel Demitrios Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/1).
KHUSYUK: Umat kristen ortodoks Kota Mojokerto menjalankan ritual misa natal di Kapel Demitrios Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/1).
Natal tak selalu dirayakan dengan hura-hura. Bagi puluhan umat kristen ortodoks Kota Mojokerto, Natal justru menjadi momentum untuk menyadarkan kembali sifat manusia sebagai makhluk yang heterogen. Meski baru dirayakan kemarin, namun Natal tahun ini tetap membawa khidmat mendalam dan kesederhanaan.

FARISMA ROMAWAN, Puri

TEPAT pukul 18.00, lonceng itu berbunyi. Romo Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono bergegas pergi ke depan mimbar kapel Demitrios yang terletak di dalam rumahnya, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Tak kurang 30-an jemaat yang sudah berkumpul sejak pukul 17.00 berbondong-bondoong masuk ke tempat digelarnya Misa Natal umat Kristen Ortodoks, Sabtu (6/1).

Beberapa saat kemudian, Romo Yohanes melantunkan ayat-ayat Al Kitab beserta puji-pujiannya. Khususnya tentang kedatangan Yesus Kristus dari wahyu atau nubuat sampai menjadi kenyataan.

Tampak para jemaat khusyuk mendengarkan ceramah yang disampaikan Romo Yohanes. Khususnya jemaat perempuan yang mengenakan kerudung sebagai simbol kesempurnaan saat menghadap Tuhan.

Di akhir ritual Misa Natal, jemaat diminta menyalakan lilin yang tergenggam di tangan. Ritual ini bermakna agar para jemaat hidup di dalam terang Ilahi.

’’Karena tujuan manusia diciptakan untuk masuk ke dalam kemuliaan. Kemuliaan diibaratkan seperti terang. Waktu Kristus datang kedua kali, itu dikembalikan pada bentuk aslinya bahwa manusia mempunyai terang ilahi di dalam tubuhnya,’’ ujar Romo Yohanes.

Misa Natal bagi umat Kristen Ortodoks memang berbeda dengan jemaat Kristen lainnya. Sebab, mereka berpedoman pada penanggalan lama, yakni kalender Julius.

Di mana, ada selisih 13 hari dari natal umat kristen lainnya yang menggunakan kalender Gregorius yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Sehingga natal bagi penganut kristen ortodoks jatuh pada tanggal 7 Januari.

’’Kami menggunakan kalender lama, yaitu Julius, kalau kalender Gregorius di tanggal 25 Desember, maka kami tanggal 7 Januari atau selisih 13 hari,’’ tambahnya.

Meski berlangsung sederhana, namun pelaksanaan misa natal berlangsung khidmat. Makna yang disampaikan dalam Natal tahun ini pun juga sangat mendalam.

KHUSYUK: Umat kristen ortodoks Kota Mojokerto menjalankan ritual misa natal di Kapel Demitrios Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/1).
KHUSYUK: Umat kristen ortodoks Kota Mojokerto menjalankan ritual misa natal di Kapel Demitrios Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/1).

Yakni tentang jati diri manusia yang beragam, namun tetap satu tujuan. Sehingga terdapat pesan perdamaian dan persatuan yang harus terus ditanamkan seluruh masyarakat Indonesia.

’’Natal tidak hanya merayakan kelahiran Yesus Kristus. Tapi juga menyadarkan kembali jati diri manusia sebagai makhluk yang heterogen dan Bhinneka. Pesannya perdamaian, persatuan dan kesatuan, seta keharmonisan. Karena kedatangan Sang Sabda untuk semua manusia,’’ tandasnya.

Meski terhitung terlambat, namun perayaan natal kemarin diakui para jemaat tetap membawa kekhidmatan tersendiri. Rasa kekeluargaan dan kesederhanaan muncul dari benak masing-masing.

Hal inilah yang turut diapresiasi pegiat lintas agam yang tergabung dalam Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI).

Kehadiran mereka sekaligus untuk menegaskan misi dalam mewujudkan Persatuan dan Kesatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

’’Seperti yang disampaikan Romo Yohanes, anak muda di Indonesia harus terus diajak untuk menjalin kerukunan demi keutuhan NKRI. Yang lebih luas lagi adalah menjadikan Indonesia perdamaian nusantara dan menjadi imam perdamaian dunia,’’ pungkas Wisnu Elang Wijaya, Ketua PCTAI Cabang Kota Mojokerto. (fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kristen #ortodoks #kabupaten #natal #mojokerto