Armada mini bus antar kota bakal segera mengaspal seiring persiapan operasional yang terus dimatangkan.
Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Pudjo Tri Suwalihadi menerangkan, rencana pengoperasian transportasi umum trayek Terminal Kertajaya Mojokerto - Terminal Kota Batu makin dimatangkan.
Setelah serangkaian persiapan dilakukan sejak tahun lalu, dalam waktu dekat Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) Non Ekonomi ini bakal mengaspal.
"Kemungkinan akan di-launching dekat-dekat ini. Dari Dishub Jatim sebelumnya memang direncanakan Januari ini," ungkapnya.
Hal ini dilandasi sejumlah pertimbangan. Mulai dari kesiapan sejumlah prasarana lalu lintas di sepanjang jalan.
Hingga armada mini bus elf yang dioperatori PO Bagong atau PT Bagong Dekaka Makmur.
"Untuk operator armadanya PO Bagong, sudah disiapkan 6 unit. Teknisnya nanti berlaku silang, tiga armada dari Mojokerto dan tiga dari Batu," jelas Pudjo.
Masing-masing armada mini bus tersebut berkapasitas 15 penumpang dengan fasilitas full AC. Pudjo menjelaskan, operasional transportasi umum antar kota ini berbeda dengan bus Trans Jatim.
Mulai dari tidak adanya halte hingga tarif yang relatif mahal. Penumpang dari Mojokerto atau sebaliknya dipatok Rp 20-30 ribu untuk perjalanan penuh.
"Untuk tarif nanti kemungkinan disesuaikan dari titik naik dan turunnya penumpang, tidak ditarik rata tarif penuh," tuturnya.
Angkutan umum ini, lanjut Pudjo, tak hanya mengandalkan dua terminal untuk mengangkut penumpang.
Mini bus diperbolehkan mengangkut dan menurunkan penumpang di sepanjang rute trayek.
Hanya saja, sepanjang rute AKDP Non Ekonomi ini tak dilengkapi halte layaknya bus Trans Jatim.
"Tidak pakai halte, kalau Trans Jatim armadanya high deck jadi perlu pakai halte khusus. Nanti hanya berhenti di setiap rambu bus stop saja yang tersebar di sepanjang rute. Seperti di area pasar, wisata atau fasilitas umum lainnya," tandas Pudjo. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah