Pj Kepala Desa Kwedenkembar Buyani mengatakan, beragam pembangunan infrastruktur kian digencarkan sebagai transparansi penggunaan dana desa serta pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat.
Dengan harapan bisa mengangkat perekonomian dan mempermudah mobilitas masyarakat. ”Mulai tahun depan, program prioritas tetap masih pada pembangunan. Karena sejauh ini, masih banyak jalan poros desa yang belum memadai,” katanya.
Program prioritas yang akan digencarkan, lanjut Yani, dimulai dari program pembangunan punden di Desa Kwedenkembar. Selain itu, pembangunan jalan di sepanjang bantaran Sungai Brantas serta jalan poros penghubung Dusun Kwedenwetan hingga Dusun Bungkem.
”Namun untuk pembangunan jalan di sepanjang bantaran juga kami koordinasikan dengan Pemdes Sadartengah, karena menjadi penghubung dua dusun. Yaitu Dusun Bungkem dan Dusun Selorejo yang sudah masuk Desa Sadartengah,” terang dia.
Selain mengoptimalkan pembangunan infrastruktur, desa yang diapit dua sungai ini berencana kembali menggerakkan BUMDes.
Tak lain, dengan merancang kerja sama pembuatan pupuk dari daun kering yang berkolaborasi dengan salah satu kampus swasta di Sidoarjo.
”Masih dalam tahapan, tapi sudah kami musyawarahkan sesuai di RPJM desa. Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap dia.
Yani mengaku, masih banyak tata kelola yang perlu diperbarui di desa dengan tiga dusun ini. Termasuk dengan menjaga kebersihan kali yang dekat dengan permukiman warga.
”Kami terus mendorong kepala dusun agar giat kerja bakti menjaga kebersihan kali. Sebab, kita juga berencana supaya nantinya kali tersebut dibuat tempat santai atau wisata kecil-kecilan oleh warga setempat,” pungkasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah