Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Endus Ancaman Banjir Bandang, BPBD Kabupaten Mojokerto Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana

Farisma Romawan • Senin, 4 Desember 2023 | 18:10 WIB

ilustrasi banjir
ilustrasi banjir
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan Mojokerto sepekan terakhir menjadi atensi khusus BPBD Kabupaten Mojokerto.

Ancaman bencana hidrometeorologi mulai dari banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang tak dipungkiri bakal melanda sejumlah daerah jika tidak segera diantisipasi.

Utamanya angin puting beliung dan banjir bandang yang menjadi ancaman serius berdasarkan hasil mitigasi petugas gabungan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengimbau kepada masyarakat menghindari sejumlah pohon dan bangunan tinggi seperti reklame atau tower.

Sebab, angin dengan kecepatan tinggi kerap kali datang tanpa ada tanda-tanda. Sehingga dapat merobohkan dan menimpa sejumlah bangunan yang ada di bawahnya.

Bahkan beberapa peristiwa bangunan rusak akibat angin kencang sempat melanda desa.

Termasuk tumbangnya sejumlah pohon di tiga Desa di kecamatan Pacet, mulai Tanjungkenongo, Bendunganjati dan Warugunung, Kamis (30/11) lalu.

’’Faktor cuaca dan terlalu rimbunya tanah di lokasi yang gembur. Sehingga, saat hujan dan angin kencang, rawan tumbang,’’ tandasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Khakim sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pemangkasan pohon jalan.

Termasuk juga dengan Perhutani dan Tahura yang tengah melakukan pemetaan terhadap ancaman banjir bandang.

Terutama di wilayah pegunungan yang sempat dilanda kebakaran lahan dan hutan saat musim kemarau lalu.

Material kayu dan batu yang berserakan di hutan berpotensi terseret aliran sungai saat hujan deras terjadi hingga menutup akses masyarakat desa yang berdekatan dengan lahan hutan.

’’Masih dalam pemetaan tim. Tapi memang ada potensi banjir bandang,’’ tandasnya.

Nah, untuk meminimalisir potensi, BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai untuk terus merawat aliran air agar tidak sampai terjadi penyumbatan.

Selain itu, juga meminta warga untuk rutin membersihkan saluran-saluran air di wilayah lingkungannya masing-masing.

Dengan cara itu, maka risiko bencana banjir dan kerusakan akibat angin kencang bisa ditekan lebih rendah lagi.

’’Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada dan perhatian terhadap lingkungan sekitarnya sehingga bencana tidak sampai terjadi,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#banjir #kabupaten #mojokerto #bpbd #bandang #bencana