Salah satunya dengan peningkatan kualitas produk, SDM, hingga penguatan legalitas pada kuliner berbahan dasar singkong ini. Mulai dari SNI, NIB, hingga sertifikat halal.
Kepala Desa Kemasantani, Siti Ma’rifah, mengatakan, samiler merupakan produk unggulan dari Desa Kemasantani.
Seiring banyaknya masyarakat yang produksi kuliner berbahan dasar singkong ini menjadikan desa ini satu-satunya sentra kuliner samiler di bumi Majapahit.
’’Sesuai data, total ada 38 warga yang menekuni usaha kuliner samiler di Desa Kemasantani ini,’’ ungkapnya.
Samiler yang sudah dikenal dari puluhan tahun silam ini banyak diproduksi masyarakat setempat di rumah mereka.
Kuliner ini pun menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi warga seiring dengan permintaan yang terus meningkat.
Tak hanya dari warga lokal Mojokerto, samiler dengan berbagai varian rasa ini bahkan sudah dikenal hingga berbagai penjuru kota besar di Indonesia.
Tak heran, bagi wisatawan yang berkunjung tak jarang menyempatkan singgah untuk membeli oleh-oleh khas ini.
’’Bahkan, beberapa hasil produk samiler buatan pelaku IKM di sini sampai ada yang kirim ke Malaysia,’’ ujarnya bangga.
Praktisnya, tingginya permintaan pasar membuat samiler mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sebagai support pemdes juga terus melakukan optimalisasi terhadap agroindustri kerupuk samiler.
Mulai dari pengurusan legalitasnya hingga penguatan modal bagi para pelaku IKM samiler, bekerja sama dengan BUMN dan Disperindag Kabupaten Mojokerto.
Adanya legalitas ini tentu memberi jaminan kepada konsumen. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir dalam pembelian produk unggulan samiler di Kemasantani.
’’Dari 38 pelaku usaha, semuanya sudah mempunyai legalitas. Mulai dari SNI, NIB, hingga sertifikat halal,’’ ujarnya.
Tak sekadar itu, pelatihan untuk peningkatan kualitas produk dan SDM juga getol dilakukan pemdes. Termasuk, melakukan pendampingan terhadap pemasarannya.
Sesuai komitmen desa, agroindustri kerupuk samiler ini juga perlu dikembangkan agar dapat memberikan dampak lebih besar. Baik untuk mendongkrak perekonomian warga ataupun membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
’’Maka dari itu, tahun depan, kami, pemdes akan menyiapkan tiga hektar lahan untuk penanaman singkong. Termasuk, membeli peralatan produksi untuk pembuatan samiler. Kita juga libatakan BUMDes Manunggal untuk pengembangannya,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah