Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto Budayakan Literasi dengan Perpustakaan Ceria dan Komoline

Rizal Amrulloh • Senin, 6 November 2023 | 14:25 WIB

STORY TELLING: Salah satu peserta didik menjadi pengisi program Komoline di Dispusip Kota Mojokerto.
STORY TELLING: Salah satu peserta didik menjadi pengisi program Komoline di Dispusip Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus mendorong terwujudnya generasi emas 2045. Salah satunya dengan menumbuhkan budaya literasi pada anak-anak dan remaja.

Dalam merealisasikannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Mojokerto membuat terobosan program Perpustakaan Ceria dan Komoline yang bertujuan menarik minat kunjungan ke perpustakaan serta melahirkan generasi pendongeng. 

PLT Kepala Dispusip Kota Mojokerto Abd. Rachman Tuwo memaparkan, Perpustakaan Ceria dicetuskan untuk meningkatkan kembali kunjungan perpustakaan setelah pandemi Covid-19.

Ceria atau akronim dari cerdas, edukatif, riang, dan aktif merupakan program kunjungan perpustakaan dari sekolah-sekolah. 

Dalam pelaksanaannya, kunjungan tak hanya dibuka di Perpustakaan Kota Mojokerto di Jalan Raya Surodinawan, Nomor 70A, Kecamatan Prajurit Kulon.

Tetapi juga memanfaatkan kontainer perpustakaan yang tersebar di ruang publik maupun ruang terbuka hijau (RTH) untuk dikunjungi peserta didik dari jenjang PAUD hingga pelajar SMA/SMK.

DIGITAL: Tim Dispusip Kota Mojokerto ketika menyiapkan kegiatan Komoline yang disiarkan secara live streaming.
DIGITAL: Tim Dispusip Kota Mojokerto ketika menyiapkan kegiatan Komoline yang disiarkan secara live streaming.

’’Dengan adanya Perpustakaan Ceria, taman-taman di Kota Mojokerto tidak hanya menjadi jujukan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi,’’ papar Tuwo. 

Kontainer perpustakaan tersebar di 6 titik di Kota Mojokerto. Masing-masing berada di taman Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto, Hutan Kota Pulorejo, Taman Pintar Pulorejo, Taman Semeru Wates, Balai RW Batok, dan Jalan Irian Jaya Kranggan. 

Dispusip Kota Mojokerto juga membentuk tim yang selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan Perpustakaan Ceria. Di antaranya menghadirkan maskot perpustakaan berupa burung hantu bernama Si Burhan.

’’Maskot Si Burhan ini kami hadirkan agar meningkatkan daya tarik anak-anak untuk datang ke perpustakaan,’’ urainya. 

Tuwo memaparkan, melalui inovasi Perpustakaan Ceria tersebut juga mampu menciptakan suasana kunjungan ke perpustakaan tidak lagi monoton. Sebab, kata dia, anak-anak merasa senang saat berkunjung ke perpustakaan.

’’Di samping itu, dampaknya juga meningkatkan jumlah kunjungan ke perpustakaan yang sama berarti meningkatnya minat baca dari masyarakat,’’ imbuh dia. 

Dispusip mencatat, pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021, jumlah pengunjung di Perpustakaan Kota Mojokerto hanya 38.785 kunjungan.

Setelah diterapkan program Perpustakaan Ceria, angka kunjungan berhasil naik signifikan menjadi 72.059 pengunjung atau meningkat 85 persen dari tahun sebelumnya. 

Selain Perpustakaan Ceria, upaya Dispusip Kota Mojokerto untuk meningkatkan literasi juga dilakukan melalui Komoline alias Kolaborasi Mendongeng Online.

BERBASIS ELEKTRONIK: Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo saat me-launching aplikasi Srikandi di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.
BERBASIS ELEKTRONIK: Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo saat me-launching aplikasi Srikandi di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.

Tuwo menjelaskan, Komoline merupakan ruang bagi siswa dalam mengembangkan bakat, kreativitas, dan literasi lewat mendongeng.

’’Yang mendongeng di Komoline adalah anak-anak sekolah se-Kota Mojokerto yang sudah kami jadwal secara bergantian,’’ imbuhnya. 

Inovasi yang diprakarsai sejak masa transisi pandemi Covid-19 ini dilakukan secara daring melalui siaran live streaming.

Setiap penampilan siswa disiarkan langsung di media sosial resmi Dispusip Kota Mojokerto. Baik dari Facebook (FB), Instagram (IG), hingga TikTok.

’’Dengan adanya inovasi Komoline ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk tampil di depan publik, mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka,’’ urainya. 

Tak hanya itu, inovasi Komoline juga mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kota Mojokerto yang mencapai 85,26 persen pada 2022.

Indeks tersebut meningkat dari tahun 2021 sebelumnya diterapkan Komoline yang masih bertengger pada angka 79 persen. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Dispusip #kota #mojokerto