Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bus Trans Jatim Dari Mojokerto Tersambung Gerbangkertasusila

Farisma Romawan • Senin, 23 Oktober 2023 | 16:25 WIB

PENASARAN: Bus Trans Jatim Koridor III trayek Mojokerto-Gresik dipadati penumpang dewasa dan anak-anak sehari pasca diresmikan Gubernur Jatim, Rabu (18/10).
PENASARAN: Bus Trans Jatim Koridor III trayek Mojokerto-Gresik dipadati penumpang dewasa dan anak-anak sehari pasca diresmikan Gubernur Jatim, Rabu (18/10).
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Diresmikannya dua trayek bus Trans Jatim di Mojokerto bakal diikuti trayek-trayek yang lain. Bahkan di 2025 mendatang, Mojokerto akan tersambung oleh angkutan massal hingga ke seluruh wilayah aglomerasi Jatim.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq mengatakan, akan ada beberapa koridor atau rute trayek baru yang akan dibangun Pemprov di tahun depan.

Yang paling urgent menurutnya adalah jaringan angkutan massal tersebut bisa menjangkau hingga ke Lamongan.

Termasuk juga sampai ke Bangkalan atau wilayah aglomerasi Jatim 1, yakni Gersik Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (gerbangkertasusila).

’’Menyusul trayek yang lain dengan rute seluruh wilayah aglomerasi Jatim 1 tersambung oleh jaringan, bisa ke Lamongan dan Bangkalan,’’ ujarnya.

Nah, di Mojokerto sendiri, kemungkinan besar masih ada dua trayek baru lagi yang juga akan dilewati bus Trans Jatim, yakni, Mojokerto-Lamongan dan Mojokerto-Pasuruan.

Saat ini, dua trayek tersebut masih dalam perencanaan Dishub untuk dianggarkan pengadaan sarana dan prasarananya pada APBD provinsi 2024.

Atau di tahun 2025, seluruh wilayah aglomerasi sudah tersambung satu sama lain. Untuk trayek Mojokerto-Lamongan, rutenya bahkan sudah dibahas dalam forum group discussion (FGD) antar pemda beberapa waktu lalu.

Di mana, rute yang disepakati mulai dari terminal Kertajaya tembus wilayah utara sungai.

Melewati kawasan hutan Kemlagi, Simongagrok Dawarblandong, Mantup, hingga Lamongan Kota. ’’Sementara yang sudah dibahas adalah Mojokerto-Lamongan melintasi Kemlagi dan Mantup sebagai perbatasan dua wilayah,’’ imbuhnya.

Untuk rute Mojokerto-Batu, Rofiq menegaskan jika trayek tersebut bukan termasuk koridor Trans Jatim.

Melainkan trayek antar kota dalam provinsi (AKDP) yang pengelolaannya sepenuhnya dikendalikan swasta.

Dishub hanya sekadar memberikan izin trayek angkutan yang rencananya menggunakan minibus sejenis elf dengan kekuatan maksimal 10 penumpang.

’’Kami tegaskan lagi, trayek Mojokerto-Batu bukan Trans Jatim yang mendapat subsidi dari pemerintah, melainkan AKDP yang sepenuhnya dioperasikan pihak swasta,’’ terangnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#bus #Trans #jatim