Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Yudha Akbar mengatakan, tahun ini 299 desa yang tersebar di 18 kecamatan menerima dana desa sebesar Rp 286.840.742.000 dari APBN.
Dari angka itu Rp 37,5 miliar di antaranya diperuntukkan untuk BLT kepada sepuluh ribu lebih keluarga miskin di bumi Majapahit.
’’Total ada 10.409 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 229 desa,’’ ungkapnya.
Menurutnya, setiap keluarga prasejahtera menerima BLT DD Rp 300 ribu per bulan. Dengan mekanisme penyaluran tiap tiga bulan sekali. Sehingga tiap kali penyaluran KPM menerima Rp 900 ribu.
’’Kita pakai sistem salur per tiga bulan dan di akhir triwulan,’’ tegasnya.
Sesuai data, penyaluran BLT DD untuk 299 desa tahun ini memasuki triwuan empat. Sebaliknya, untuk penyaluran triwulan tiga sudah dituntaskan pada September lalu.
Sehingga sampai Oktober ini penyerapan BLT DD di Kabupaten Mojokerto sudah capai Rp 28,188 miliar atau tinggal Rp 9,396 miliar yang sedianya disalurkan pada akhir tahun.
’’Penyaluran BLT DD ini memang sebagai program pemulihan ekonomi, berupa perlindungan sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem dalam bentuk BLT,’’ paparnya.
Sehingga keluarga penerima manfaat diprioritaskan keluarga miskin yang berdomisili di desa bersangkutan dan terdaftar dalam keluarga desil 1 data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) RI nomor 201/PMK.07/2022, BLT DD ini juga menyasar keluarga kehilangan mata pencaharian, mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis dan atau difabel, tidak menerima bantuan sosial program keluarga harapan, serta, rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usia.
’’Data penerima BLT DD ini ditentukan pemdes melalui musdes. Yang penting tidak boleh sampai mendapat bantuan dobel dari pemerintah, misalkan dari dinsos atau sumber lainnya,’’ jelasnya.
Sementara untuk penyerapan dana desa non-BLT sudah Rp 202,415 miliar dari pagu Rp 249,256 miliar.
Yudha menegaskan, dana desa dari pemerintah pusat untuk 299 desa di Kabupaten Mojokerto selama ini naik dari tahun ke tahun. Dimulai 2021 Rp 238,562 miliar, terdiri dari Rp 56,365 miliar untuk BLT dan Rp 182,197 miliar untuk non-BLT.
Angka itu naik di 2022 menjadi Rp 253,366 miliar. Dengan rincian, Rp 151,020 miliar untuk non-BLT dan Rp 101,501 miliar untuk BLT.
’’Dan tahun ini jatah dana desa kembali naik menjadi Rp 286,840 miliar. Bahkan, tahun ini dapat tambahan DD lagi dengan menyasar 57 desa,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah