Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan, Pemkab Mojokerto Beri Pendampingan ke Pemdes

Khudori Aliandu • Kamis, 12 Oktober 2023 | 14:30 WIB

DAYA TARIK: Wisata Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas menjadi salah satu wisata di Kabupaten Mojokerto yang mengolaborasikan pertanian sebagai daya tarik pengunjung.
DAYA TARIK: Wisata Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas menjadi salah satu wisata di Kabupaten Mojokerto yang mengolaborasikan pertanian sebagai daya tarik pengunjung.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto mendorong pemerintah desa bisa memanfaatkan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan.

Sebab di tengah harga kebutuhan pokok yang masih bergejolak, desa memiliki peran penting dalam upaya pengendalian inflasi.

’’Kami minta kepala desa benar-benar mengawal bagaimana dana desa yang 20 persen itu betul-betul untuk ketahanan pangan,’’ ungkap Bupati Ikfina Fahmawati, kemarin.

Untuk mewujudkannya, pemda melalui dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) melakukan pendampingan ke seluruh desa yang tersebar di 18 kecamatan.

’’Harapan kami, penggunaan  20 persen itu benar-benar bisa mendukung ketahanan pangan,’’ tambah Ikfina menegaskan.

Sesuai regulasi, 20 persen untuk ketahanan pangan itu tidak bisa ditawar lagi. Pemanfaatan ini, kata Ikfina juga dalam arti luas.

Di dalamnya ada peternakan, perikanan, hingga hortikultura. Bahkan, lebih luas pengembangan pertanian di Kabupaten Mojokerto belakangan bisa jadi daya tarik untuk pengembangan wisata.

Seperti yang banyak diterapkan di sejumlah desa di Bumi Majapahit.

Seperti wisata Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. Praktisnya, produktivitas pertanian ternyata mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung.

Imbasnya mampu menumbuhkan ekonomi di tengah masyarakat. ’’Di lain sisi, wisata berjalan dan pertanian tetap jalan. Dan justru pertanian itu kita manfaatkan sebagai daya dukung pariwisata di Kabupaten Mojokerto,’’ tegasnya.

Selain itu, sejumlah langkah untuk menjaga ketahanan pangan juga terus dilakukan melalui dinas pertanian.

Bagaimana monitoring terhadap poktan-poktan. Di sisi yang lain, dukungan infrastruktur pertanian juga terus ditingkatkan. Seperti halnya pemerataan pembangunan jalan usaha tani (JUT), bendungan, hingga irigasi pertanian.

’’Semua itu menjadi wujud komitmen kami tetap mendukung pengembangan pertanian di Kabupaten Mojokerto agar suplai air tetap tercukupi. Karena air menjadi bagian yang sangat vital dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian,’’ paparnya.

Sebelumnya, dari indeks harga konsumen (IHK) secara month to month (m-to-m) inflasi di Kabupaten Mojokerto pada September sebesar 0,32 persen. Angka itu meningkat 0,29 persen dibanding Agustus di angka 0,03 persen.

Angka inflasi ini melampaui nasional yang hanya di angka 0,19 persen. Namun sama dengan inflasi di Jawa Timur sebesar 0,32 persen. Kenaikan dipengaruhi mahalnya harga beras di pasaran. (ori/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#pemkab #dana desa #20 Persen #bupati #mojokerto