Agenda yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ini sekaligus menjadi pintu gerbang bagi MBF menuju Kharisma Event Nusantara (KEN) pada tahun 2024.
Kesempatan MBF untuk naik kelas menjadi event taraf nasional diungkapkan Menparekraf Sandiaga Uno.
Dia mengaku terkagum setelah menyaksikan langsung parade desain batik yang disuguhkan dengan latar tugu alun-alun Arya Wiraraja.
’’Saya merasakan ada satu semangat, getaran vibrasi dari para pelaku ekonomi kreatif, khususnya industri batik di Kota Mojokerto. Menurut saya ini sudah layak menjadi event nasional melihat dari karya-karyanya dan kreasinya,’’ terang dia.
Dukungan Kemenparekraf telah dilakukan sejak awal dengan menerjunkan tim untuk memberi pendampingan sekaligus kurasi terhadap karya-karya batik yang akan ditampilkan di MBF.
Sandiaga Uno melihat, event tahunan yang diselenggarakan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto ini mampu memberdayakan kurang lebih 30 perajin batik dan ratusan pekerja kreatif.
’’Kita harapkan ini akan membuka lapangan kerja yang banyak buat peningkatan kesejahteraan di Kota Mojokerto,’’ tandasnya.
Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga menyatakan akan mendorong batik Kota Mojokerto untuk bisa go internasional.
Menurutnya, Kemenparekraf akan memberikan asistensi berupa promosi motif batik khas Kota Onde-Onde ke mancanegara.
’’Kami akan bawa batik ini (Kota Mojokerto) ke festival-festival dan peragaan busana di luar negeri nanti,’’ tandas politisi PPP yang akrab disapa mas menteri ini.
Event dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional ini juga mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Dia berharap, MBF bisa menambah daftar agenda pariwisata yang ditetapkan Kemenparekraf.
Pada tahun ini, Jatim menjadi provinsi terbanyak dengan menyumbangkan 8 festival kebudayaan daerah pada Kharisma Event Nasional 2023.
’’Mudahan-mudahan (MBF) ini akan menjadi tambahan dalam Kharisma Event Nasional pada tahun 2024,’’ harapnya.
Mengingat, ungkap Khofifah, Kota Mojokerto memiliki nilai historis yang kuat karena menjadi bagian dari bumi Majapahit.
Karena itu, ke depan MBF juga diharapkan bisa memberikan penguatan secara filosofis terkait Wilwatikta.
Tidak hanya batik, tetapi juga mengangkat cerita tentang Majapahit, kenusantaraan, kebinnekaan, serta keberagaman. Sehingga, MBF dapat memunculkan mutual understanding, mutual trust, dan mutual respect.
’’Jadi, penguatan-penguatan filosofisnya saya rasa bisa dilakukan dengan berbagai penampilan-penampilan kreator, desainer, dan tentunya adalah pelaku-pelaku ekotif (ekonomi kreatif) tidak hanya di Mojokerto tetapi juga pelaku ekotif dan pembatik di mana saja,’’ tuturnya.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Jatim Jatim Khofifah.
Sehingga, MBF 2023 dapat terselenggara dengan sukses dan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Kota Mojokerto.
Sebab, seluruh batik kontemporer pewarnaan alam yang ditampilkan dalam MBF merupakan karya pembatik di Kota Onde-Onde.
’’Ada 36 desain yang ditampilkan dan sekaligus produk fashion seperti alas kaki dan aksesori lainnya dari batik hasil kurasi dari Kemenparekraf,’’ tambahnya. Selain itu, MBF 2023 juga menampilkan karya-karya dari Diana Couture.
Ning Ita-sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga bersyukur karena Menparekraf juga mengusulkan MBF untuk masuk dalam daftar agenda pariwisata pada KEN 2024.
’’Alhamdulillah, tentu ini akan membawa dampak yang sangat signifikan bagi insdustri kreatif dan peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto,’’ tandasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah