Selain perdagangan dan pertanian, sektor wisata menjadi salah satu fokus pengembangan dalam waktu dekat. Dalam dua tahun mendatang Desa Sajen ditarget mampu meraih gelar desa wisata.
Bagi sebagian orang, sudah tidak asing dengan sejumlah objek wisata di desa ini. Seperti Sajen Stall View (SSV), Gubug Marawati, Lembah Njeruk maupun Lemah Dhuwur.
Ya, wisata alam, kuliner, perkemahan maupun wisata edukasi berdiri lengkap di salah satu desa yang ada di kaki Gunung Welirang ini. Sedikitnya, 11 destinasi wisata bisa dikunjungi wisatawan di Desa Sajen.
”Selain itu kita juga dirikan central kios sayur, mengingat mata pencaharian mayoritas warga kita berdagang dan bertani,” terang Kepala Desa Sajen Syaiful Huda.
Melihat besarnya potensi yang ada, pemdes terus menggetolkan langkah agar seluruh elemen warga dapat memaksimalkan. Sumber daya manusia (SDM) jadi fokus utama sembari melangkah lebih jauh.
”Kita akui Desa Sajen memang wilayah penyangga wisata-wisata yang ada di Pacet. Tapi di sini kita berkomitmen supaya tidak hanya menampung saja, tapi mempersiapkan sebagai pelaku wisata juga,” tegasnya.
Tak hanya isapan jempol belaka, Pemdes Sajen menarget gelar Desa Wisata dalam beberapa tahun kedepan.
Untuk itu, sejumlah kampus kenamaan di Jawa Timur digandeng guna mengembangkan konsep desa wisata yang mampu memberdayakan dan menyejahterakan seluruh lapisan warga.
”Insyaallah kalau tidak ada halangan Desa Sajen bisa jadi desa wisata tahun 2025 mendatang,” ujar Kades.
Syaiful mengaku, pemdes menangkap potensi ini sejak beberapa tahun lalu. Kendati begitu, sejumlah aspek di dalam konsep desa wisata terus dimatangkan hingga kini.
”Selain wisata, kita juga gerakkan penginapan ataupun UMKM atau home industri untuk oleh-oleh para wisatawan. Mulai dari camilan sampai sovenir seperti kaos dan sebagainya. Saat ini baru ada sekitar 61 home industri yang sudah dapat izin PIRT. Di sini, kita juga dapat pelatihan dari disbudporapar. Apalagi nanti kita kembangkan edukasi batik tulis juga,” bebernya.
Menurutnya, SDM menjadi faktor penting bagi Desa Sajen menuju Desa Wisata. Sehingga, sejumlah pelatihan dan sosialisasi getol digulirkan guna memberdayakan masyarakat.
”Karena tujuan kita ini untuk memberdayakan masyarakat menangkap peluang yang ada agar lebih produktif dan sejahtera. SDM kita sendiri ini yang penting untuk disiapkan juga. Jadi saat ini istilahnya kita juga kampanyekan (Desa Wisata) dalam,” tandas Syaiful. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah