Pasalnya, saluran air yang berada di sisi jalur rel kereta api (KA) itu akan ditutup dan difungsikan jalur pedestrian.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail membenarkan jika jembatan milik warga yang berada di atas afvour Jalan Benpas mulai ditertibkan.
Senin (18/9), alat berat telah diturunkan untuk melakukan pembongkaran. ’’Ya, nanti kita bongkar semua,’’ terangnya kemarin.
Menurutnya, pembongkaran jembatan jadi bagian pekerjaan proyek pembangunan tutup saluran dan trotoar di Jalan Benpas.
Basuki menyebut, afvour sepanjang sekitar 876 meter itu bakal dipasang penutup dan akan difungsikan sebagai jalur khusus pejalan kaki.
’’Fungsinya untuk jalur pedestrian, tidak boleh untuk yang lainnya,’’ tandas dia.
Proyek konstruksi yang dianggarkan dari APBD 2023 Kota Mojoekrto dengan nilai kontrak Rp 4,5 miliar bakal dikerjakan selama 135 hari kalander.
Sejak berkontrak pada 15 Agustus lalu, CV Nurta Karya selaku kontraktor ditarget merampungkan proyek selambat-lambatnya 27 Desember.
’’Pengerjaannya sekitar 3,5 bulan,’’ ulas dia.
Setelah jembatan dibongkar, Basuki menyebut akan tetap memberikan akses sementara kepada warga Kelurahan Balongsari yang tinggal di selatan afvour.
Yakni dengan membuatkan jembatan nonpermanen untuk menyeberang di aliran sungai seleber 3 meter itu.
’’Nanti kalau sudah terbangun, tidak diperlukan lagi jembatan. Karena saluran akan tertutup semua dan dijadikan trotoar,’’ paparnya.
Selain dijadikan jalur pedestrian, penutupan saluran juga untuk mencegah agar tidak jadi tempat pembuangan sampah.
Karena selama ini, saluran air yang menuju lingkungan Kedungsari itu kerap tersendat akibat sampah.
’’Per lima meter nanti ada manhole untuk bak kontrol saluran,’’ pungkas Basuki. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah