Sektor wisata sejarah dan budaya menjadi fokus pemdes untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Desa Bejijong memiliki beragam potensi wisata sejarah dan budaya. Utamanya, destinasi wisata peninggalan Kerajaan Majapahit.
Yakni, Candi Brahu maupun Petilasan Siti Inggil (petilasan Raden Wijaya).
Berikut, Maha Vihara Majapahit dengan patung Budha Tidur ikoniknya yang menjadi jujukan para pelancong dari berbagai daerah.
Ini semakin lengkap dengan adanya sentra karajinan cor kuningan khas Desa Bejijong yang diyakini sebagai warisan budaya Wilwatikta.
’’Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan pengembangan sumder daya manusia (SDM) yang baik agar visi dan misi kita untuk menjadi desa wisata bisa jalan dengan baik juga,’’ ungkap Kades Bejijong Pradana Tera Mardiatna.
Dijelaskannya, serangkaian konsep tersebut ditelurkan dalam program kerja bertajuk Bejijong Culture.
Fokusnya tak lain untuk melestarikan dan mempertebal kearifan lokal warisan leluhur.
’’Di dalamnya ada sejumlah program untuk mengembangkan SDM masyarakat. Selain kita gelar event (hampir) setiap bulan, ada pelatihan public speaking, bahasa Jawa, termasuk permainan tradisional,’’ sebutnya.
Hal tersebut tak lepas dari upaya pengembangan dalam pengelolaan potensi wisata melalui platform digital.
Sejumlah pihak turut digandeng untuk mendorong kemampuan masyarakat.
Di antaranya, para akademisi dari Universitas Brawijaya dan Unesa. ’’Untuk tahun ini, Bejijong Culture berlangsung selama enam bulan. Nantinya menjadi agenda tahunan kita agar masyarakat semakin baik mengelola desa wisata ini,’’ ujar Pradana.
Menurutnya, sektor wisata Desa Bejijong yang semakin berkembang akan berdampak luas pada masyarakat. Terutama menggerakkan roda perekonomian selain mengandalkan sektor formal lainnya.
’’Karena ketika desa wisata kita semakin berkembang dengan baik, kesejahteraan masyarakat akan semakin baik pula. Apalagi, BUMDes kita saat ini juga terus berkembang semakin baik,’’ tandas Pradana. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah