Kepala Dinas Kedubudayaan, Kepamudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Norman Handhito, mengatakan, gelaran Porprov VIII Jatim yang segera berlangsung tentu menjadi angin segar bagi pelaku wisata.
Baik yang dikelola pemerintah daerah atau pun swasta. ’’Gelaran porprov ini kita pastikan akan berdampak positif terhadap pariwisata di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.
Pihaknya pun optimistis akan terjadi peningkatan kunjungan. Sehingga nantinya bisa mendongkrak capaian PAD. Apalagi, target tahun ini cukup besar capai Rp 14,2 miliar.
’’Target tetap Rp 14,2 miliar. Di PAK ini tidak ada perubahan,’’ tandasnya.
Kendati begitu, disbudporapar dipastikan lebih ngoyo lagi untuk bisa capai PAD sesuai yang ditargetkan.
Apalagi sampai Agustus realisasinya masih 29,68 persen atau sebesar Rp 4,237 miliar. Angka itu belum termasuk bagi hasil yang belum dibayarkan oleh perhutani sekitar Rp 2 miliar.
’’Meski tidak bisa sampai terealisasi 100 persen, paling tidak kita upayakan, kita optimalkan bisa sampai 75 persen lebih,’’ tuturnya.
Sehingga, disbudporapar pasang target, pada sisa empat bulan ini paling tidak tiap bulannya bisa capai Rp 790 juta dari sebelas objek wisata yang dikelola.
Baik secara mandiri atau pun yang sistem bagi hasil dengan perhutani.
Pihaknya juga memanfaatkan momentum Porprov VIII Jatim yang berlangsung September ini.
Sebagai tuan rumah, pemda menargetkan perhelatan olahraga ini mampu mendongkrak sektor pariwisata hingga ekonomi kreatif masyarakat.
’’Porprov ini jadi momentum kita optimalkan sektor wisata untuk menutupi kekurangan capaian PAD. Karena kita optimistis bisa meningkatkan kunjungan wisatawan,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah