Bahkan, di Dawarblandong, sejumlah waduk yang menjadi tumpuan warga untuk pertanian juga turut mengering.
Seperti yang terlihat di Dusun Talunlo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong. Waduk yang semula dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan pertaniannya kini nyaris kering.
’’Tahun ini terbilang cukup parah, stok air di waduk yang menjadi satu-satunya andalan petani sebagai irigasi sudah habis lebih cepat,’’ ungkap Paidan, warga setempat.
Kondisi itu membuat para petani kelimpungan. Untuk memenuhi kebutuhan suplai air tanaman tembakau miliknya, terpaksa harus mengais sisa-sisa air di sudut waduk.
’’Kekurangan air pasti akan mempengaruhi pertumbuhannya. Tidak ada lagi air, terus bagaimana lagi, ya seadanya ini kita maksimalkan,’’ tegasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, menyusutnya waduk juga terjadi di Desa Jatirowo, Desa Talunblandong, Dusun Sidotangi, Desa Cinandang dan Dusun Setoyo, Desa Talunblandong.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menegaskan, musim kemarau berpengaruh terhadap bencana kekeringan.
Tidak hanya berdampak pada kekurangan air bersih di Desa Kunjorowesi dan Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas. ’’Musim kemarau ini memang berpengaruh pada menyusutnya air di waduk,’’ ungkapnya.
Hanya saja, pihaknya belum tahu pasti berapa waduk yang sudah mengering akibat kemarau tahun ini. Yang pasti, sesuai data di Kabupaten Mojokerto, terdapat 50 waduk, tersebar di tiga kecamatan.
Di antaranya, 11 waduk di Kecamatan Jetis, 18 waduk di Kecamatan Kemlagi, dan 21 waduk tersebar di Kecamatan Dawarblandong. ’’Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan mitigasi bersama OPD terkait ke lapangan,’’ tandasnya.
Kendati begitu, Abdul memastikan, penyusutan waduk di tiga wilayah tersebut tak berdampak pada kebutuhan air bersih untuk mandi, cuci, kakus warga. Sebab, tiga kecamatan itu pemenuhan air sudah tercukupi melalui pipanisasi PDAM.
Sebaliknya kondisi itu hanya berdampak pada suplai air bersih untuk lahan pertanian.
’’Kalau air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sudah aman. Ada PDAM, jadi, BPBD sudah tidak ada lagi dropping air bersih ke wilayah itu. Fokus kami ya hanya di tiga desa saja,’’ paparnya.
Penanganan kekeringan juga disesuaikan dengan status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla di tujuh kecamatan.
Tiga di antaranya darurat kekeringan. Desa Kunjorowesi dan Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah