Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan, pemasangan relief menjadi salah satu pekerjaan fisik pada proyek rehabilitasi tahap lanjutan tugu alun-alun.
Menurutnya, disematkannya karya seni rupa itu sebagai wujud penghormatan kepada para pejuang dalam meraih kemerdekaan RI. ”Kita mengenang jasa-jasa para pahlawan yang dulu berjuang, khususnya dari Kota Mojokerto,” terangnya.
Dikatakan Ning Ita, sapaan akrab wali kota, relief dipasang di empat sisi dinding tugu. Masing-masing menggambarkan tentang empat peristiwa bersejarah yang telah dikurasi oleh Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto.
”Jadi, di masing-masing sisi dari Tugu Wiraraja itu di bawahnya dibangun relief yang mengisahkan narasi terkait dengan sejarah perjuangan di Kota Mojokerto,” tandas dia.
Dia berharap, relief tersebut dapat menambah nilai historis dari tugu Alun-Alun Wiraraja. Karena sejak awal direvitalisasi, ikon baru bercorak keemasan itu dibangun dengan mengangkat unsur proklamasi kemerdekaan RI.
Tugu dibangun dengan ketinggian 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan RI. Selain itu, tugu juga dilengkapi 17 anak tangga dan kolam Surya Majapahit dengan 8 sudut yang merepresentasikan tanggal 17 dan bulan Agustus.
”Harapannya di sana (alun-alun, Red), masyarakat nanti bisa menjadikan sebagai pusat literasi terkait sejarah dari Kota Mojokerto,” pungkas dia.
Selain relief, proyek yang dinaungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto dengan nilai kontrak Rp 888 juta ini juga menyentuh finishing kolam dan pemasangan batu andesit.
Proyek fisik ini menjadi tahap akhir sejak perwajahan alun-alun dipugar sejak tahun 2020 lalu. Sejak ikat kontrak 5 Juni lalu, proyek ditarget tuntas dalam 120 hari kalender atau tuntas pada 2 Oktober nanti.
Di akhir tahun lalu, Pemkot Mojokerto juga telah menuntaskan empat proyek sekaligus di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto.
Meliputi pembangunan tugu dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar. Selain itu juga melakukan rehabilitasi saluran dan trotoar yang menyerap anggaran sebesar Rp 2,9 miliar.
Di sepanjang jalur pedestrian juga dipasang lampu dengan ornamen gaya ukiran Majapahit.
Sedangkan dua proyek lainnya yakni pembangunan Skywalk Mojopahit yang menyerap Rp 7,9 miliar. Kemudian di masa P-APBD 2022 juga ditambah dengan rehabilitasi taman dengan nilai kontrak Rp 199,8 juta. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah