Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

PKL Stadion Gajah Mada Mojosari Mojokerto Dipaksa Tutup Lapak, Simak Curhatan Pedagang

Khudori Aliandu • Sabtu, 29 Juli 2023 | 16:35 WIB

WAS-WAS: Puluhan PKL di RTH kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari diminta tutup saat ajang Porprov VIII 2023 September mendatang.
WAS-WAS: Puluhan PKL di RTH kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari diminta tutup saat ajang Porprov VIII 2023 September mendatang.
Selama Event Porprov Berlangsung

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pedagang kaki lima (PKL) di ruang terbuka hijau (RTH) kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari harus menutup lapaknya selama ajang Porprov VIII 2023 digelar September mendatang. Mereka akan direlokasi ke area Pusat Oleh-Oleh Jotangan Center.

Lamin, salah satu PKL mengatakan, ajang Porprov VIII 2023 yang digelar di Stadion Gajah Mada Mojosari itu bakal berimbas pada keberlangsungan dagangannya. Sebab, sesuai sosialisasi yang dilakukan pemda, keberadaan mereka dianggap mengganggu.

’’Beberapa waktu lalu sudah disosialisasikan, pokoknya kalau ada porprov diminta libur,’’ ungkap kakek berusia 77 tahun ini.

Menurutnya, para PKL yang sudah menetap puluhan tahun di dalam RTH kompleks stadion diminta tutup. Mereka tidak boleh berjualan saat gelaran Porprov VIII 2023 September mendatang.

Menurutnya, kondisi itu disebutnya tak selaras dengan semangat pemerintah untuk mendongkrak perekonomian warga. Padahal, dengan adanya event ini seharusnya menjadi kesempatan PKL menambah penghasilan.

’’Lapak kita sekarang sudah kita geser ke belakang. Sudah tidak mengganggu. Kita tidak boleh jualan, tapi orang luar pada masuk jualan. Kan sama saja mematikan sandang pangan orang sini,’’ tegas warga Randobango ini.

Harusnya, jika memang PKL di kawasan RTH stadion ini tak boleh buka, diberlakukan secara merata.

Disinggung rencana relokasi ke Pusat Oleh-Oleh Jotangan Center yang berada sekitar 200 meter dari area stadion, pihaknya dengan tegas menolaknya. Sebab, lokasi dibangun dengan anggaran Rp 5 miliar itu bukan jujukan masyarakat.

’’Siapa yang beli di sana. Tidak akan laku. Lokasinya bukan jujukan dan jalanan warga, sudah pernah dicoba beberapa tahun lalu. Akhirnya ya kembali ke sini lagi,’’ bebernya.

Sebelumnya, Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko menegaskan, Pemkab Mojokerto menargetkan penertiban PKL maksimal akhir Juli sudah selesai. Satpol PP diminta melakukan koordinasi dengan puluhan PKL.

Dalam penertiban, pemda menawarkan dua dua opsi. Pertama, PKL direlokasi ke pusat Oleh-Oleh Jotangan Center. Sedangkan ppsi kedua, digeser ke bagian timur stadion.

Jumlah mereka yang mencapai 84 lapak itu ditata sedemikian rupa agar terpusat di satu titik. Tidak semrawut seperti yang terlihat seperti saat ini.

Puluhan pedagang yang menjamur dan terlihat kumuh itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab agar tertata lebih baik.

Dengan harapan gelaran Porprov VIII tahun depan bisa terlaksana secara maksimal. ’’Pokoknya kita cari solusi yang terbaik, apalagi di momentum porprov ini, peningkatan ekonomi juga harus kita tangkap,’’ tandasnya. (ori/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#dilarang #pkl #berjualan #selama #paksa #ditutup #stadion #porprov #mojosari #gajah mada