Kabid Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Antor Subendi mengatakan, pihaknya pesimistis destinasi wisata kolam air panas berkonsep VVIP ini bisa rampung tahun dalam waktu dekat. ’’Kelihatannya belum bisa selesai tahun ini,’’ ungkapnya.
Menurutnya, untuk merampungkan proyek yang dibangun sejak 2019 silam ini, disbudporapar masih membutuhkan anggaran cukup besar.
Sementara, di APBD, ploting untuk pengerjaan fisik di kolam Air Panas VVIP hanya disuntik Rp 200 juta.
Dana terbatas itu sedianya untuk belanja pagar berkonsep Majapahitan di samping kanan dan kiri bangunan.
’’Belum termasuk pagar belakang. Itu pun Rp 200 juta dikurangi perencanaan dan pengawasan. Mungkin ya Rp 170 juta-an itu untuk pagar sampingnya,’’ jelasnya.
Dengan keterbatasan anggaran menjadikan destinasi anyar itu sulit untuk diselesaikan. ’’Jadi pembangunannya dicicil sedikit-sedikit. Jadi ya secukupnya anggaran,’’ tambah Antor.
Selain itu, proyek yang berada di Dusun sembung, Desa Claket, Kecamatan Pacet itu juga belum mempunyai lokasi parkir yang layak. Sebagai pemenuhan fasilitas akan diusulkan bertahap di P-APBD 2023.
Kendati begitu, kecil kemungkinan untuk disetujui lantaran pemda tengah fokus melakukan rasionalisasi anggaran.
’’Beberapa fasum sebenarnya sudah kita lengkapi. Ada loket, musala, kamar mandi. Tapi bagaimana lagi. Lagi-lagi anggarannya terbatas dampak dari rasionalisasi anggaran,’’ tuturnya.
Proyek di bawah lereng Gunung Welirang ini dibangun mulai sejak 2019 dengan nilai Rp 851 juta dan dilanjutkan pada 2021 dengan nilai Rp 469 juta.
Setidaknya ada enam bangunan yang bakal dijadikan kolam VVIP untuk wisatawan. Tiga dibangun tahun 2019 dan tiga kolam lagi dibangun 2021. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah