Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sepekan Kedepan, Mojokerto Raya Diprediksi Bakal Diguyur Hujan

Fendy Hermansyah • Sabtu, 1 Juli 2023 | 14:10 WIB

ANOMALI: Aktivitas masyarakat di wilayah Kota Mojokerto di tengah guyuran hujan, kemarin.
ANOMALI: Aktivitas masyarakat di wilayah Kota Mojokerto di tengah guyuran hujan, kemarin.
MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Selama sepekan ke depan, Mojokerto Raya akan mengalami anomali cuaca. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi terjadi. Perubahan cuaca di tengah-tengah musim kemarau ini patut diwaspadai masyarakat.

Hujan anomali itu seperti yang terjadi kemarin (30/6). Hampir seluruh wilayah di Kota dan Kabupaten Mojokerto mulai diguyur hujan sekitar pukul 16.00. Hujan dengan intensitas ringan itu berlangsung kurang lebih satu jam. ’’Ini anomali cuaca,’’ kata Agen Informasi Bencana BPBD Jatim Achmad Kurniawan.

Berdasarkan informasi BMKG, jelasnya, hujan akan berlangsung sampai sepekan ke depan. Kondisi demikian terjadi akibat adanya anomali cuaca yang menyebabkan hujan di tengah musim kemarau. Kondisi ini hampir terjadi secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur. Di Mojokerto, intensitas hujan rata-rata ringan sampai sedang. ’’Dan durasinya juga tidak lama, hanya 1-2 jam,’’ imbuhnya.

Kondisi hujan itu dengan intensitas tinggi utamanya terjadi di wilayah pesisir pantai selatan Jawa seperti Kabupaten Lumajang. Achmad mengungkapkan, kondisi hujan ini tidak ada berlangsung secara berkepanjangan. Sebab, saat ini sedang berlangsung periode musim kemarau. Bahkan, puncak musim kemarau pun masih diprediksi Agustus nanti.

ANOMALI: Aktivitas masyarakat di wilayah Kota Mojokerto di tengah guyuran hujan, kemarin.
ANOMALI: Aktivitas masyarakat di wilayah Kota Mojokerto di tengah guyuran hujan, kemarin.

Dirinya minta, masyarakat tetap mewaspadai potensi dampak anomali cuaca selama selama sepekan. Seperti peristiwa angin kencang hingga pohon tumbang. ’’Masyarakat tetap harus selalu waspada terkait potensi apapun meskipun intensitasnya termasuk rendah,’’ tandasnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati mengungkapkan, hujan yang terjadi di wilayah Mojokerto disebabkan adanya faktor konvektif lokal. Yakni situasi awan yang bergerak secara vertikal di atmosfer. Kondisi itu berkaitan dengan topografi wilayah Mojokerto yang meliputi dataran tinggi dan rendah. ’’Jadi berdasarkan keterangan dari BMKG, hujan periodik yang terjadi lebih karena faktor konvektif lokal,’’ jelasnya. (adi/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Diguyur #Majapahit #kota #cuaca #kuliner #trawas #hujan #pacet #wisata #kabupaten #mojokerto raya #anomali #musim kemarau #mojokerto #bpbd #trowulan