KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan rencana Pemkot Mojokerto untuk menjadikan SDN Purwotengah sebagai galeri Soekarno kecil. Inisiasi tersebut mendapat dukungan penuh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang akan memberikan support untuk segera mewujudkannya.
Kemarin (20/6), Ning Ita, sapaan akrab wali kota mendampingi Menko PMK Muhadjir untuk melihat langsung bukti sejarah sekolah yang dulu jadi tempat mengenyam pendidikan Presiden RI pertama Ir. Soekarno. Di hadapan Menko PMK, wali kota juga menyampaikan rencananya untuk menjadikan lembaga pendidikan di Jalan Taman Siswa tersebut sebagai galeri Soekarno kecil. ”Kami ingin mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota wisata sejarah dan budaya,” paparnya.
Karena jejak Putra Sang Fajar -Julukan Soekarno- menjadi bagian sejarah penting di samping kejayaan Kerajaan Majapahit. Pasalnya, ulas Ning Ita, Soekarno bersama keluarganya pernah tinggal selama kurang lebih 8,5 tahun di Kota Mojokerto. ”Mulai dari 1907 sampai dengan 1916, Soekarno tinggal di Kota Mojokerto dan bersekolah di dua tempat,” tandasnya.
SDN Purwotengah menjadi lembaga pendidikan pertama bagi tokoh yang bernama kecil Koesno itu untuk menimba ilmu. Kemudian, lanjut Ning Ita, Soekarno pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) atau kini SMPN 2 Mojokerto di Jalan A. Yani hingga menamatkan pendidikan dasar. ”Total ada tujuh jejak sejarah beliau (Soekarno, Red) di Kota Mojokerto. Dan jejak sejarah ini sudah kami pasang tetenger atau prasasti untuk memudahkan bagi siapa saja untuk mengetahui keberadaan beliau,” urainya.
Khusus di SDN Purwotengah, Ning Ita menyampaikan rencananya untuk menjadikan sebagai galeri Soekarno kecil. Dan, Pemkot Mojokerto telah membuat desain perencanaan baik untuk fisik maupun konten yang ada di dalamnya.
Juga termasuk telah menetapkan lembaga yang dulu dikenal sebagai sekolah ongko loro itu menjadi cagar budaya. ”Ke depan, kami membutuhkan support dari jajaran Menko PMK dan Mendikbudristek untuk bisa mewujudkan impian dan cita-cita kami menjadikan SDN Purwotengah ini sebagai Galeri Soekarno kecil,” harap Ning Ita.
Gayung bersambut, Menko PMK Muhadjir menyatakan dukungannya untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota wisata sejarah dan budaya. Karena itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga berkomitmen untuk membantu merealisasikan SDN Purwotengah menjadi galeri Soekarno kecil. ”Intinya, saya sebagai Menko PMK sangat mendukung inisiatif mulia dari Bu Wali Kota Mojokerto (Ika Puspitasari, red) yang akan menjadikan sebagai galeri atau semacam museum kecil untuk salah satu destinasi wisata sejarah,” tandasnya.
Terlebih, setelah menilik langsung kompleks SDN Purwotengah, Muhadjir menyebut keaslian bangunan maupun sarana prasarana pendukung lainnya masih terawat keasliannya. Sehingga, sangat representatif untuk dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah.
SDN Purwotengah juga telah dilakukan verifikasi oleh tim ahli cagar budaya. Upaya itu dilakukan untuk menjamin otentisitas cagar budaya tetap terjaga ketika disentuh pekerjaan fisik. ”Jadi tidak direhab, tapi dikurasi untuk diotentikkan lagi. Kalau pun akan diperbaiki atau diberi sentuhan baru, itu tidak boleh merubah keasliannya. Nanti kita datangkan tim kurator dari Ditjen Kebudayaan untuk kditindaklanjuti,” imbuh dia.
Muhadjir menyebut, inisiatif Pemkot Mojokerto untuk menjadikan SDN Purwotengah sebagai galeri Soekarno kecil akan melengkapi jejak-jejak peninggalan sejarah Bung Karno di tempat yang lain. Di antaranya akan terangkai dengan kawasan Peneleh, Kota Surabaya yang juga menjadi tempat tinggal dan melanjutkan pendidikan setelah dari Kota Mojokerto. Dan, napak tilas Soekarno tersebut akan bersinambung hingga mendiang Soekarno dimakamkan di Kota Blitar. ”Jadi sangat tepat kalau di Kota Mojokerto ada galeri Soekarno,” tandas Muhadjir. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah