KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat. Kemarin (26/5), kawasan hutan lereng Gunung Welirang di perbatasan Mojokerto dan Pasuruan dua kali mengalami kebakaran. Selama penanganan berlangsung, jalur pendakian ke Gunung Welirang dan Arjuno sementara ditutup.
Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di wilayah RPH 03 Pasuruan, Kamis (25/5) malam sekitar pukul 20.00. Belasan petugas diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kebakaran di lereng Gunung Welirang yang secara administratif masuk wilayah Prigen, Pasuruan, itu. ’’Penanganan dilakukan secara manual dengan ranting,’’ kata Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahura Raden Soerjo Ajat Sudrajat, kemarin.
Upaya pemadaman berlangsung semalam suntuk. Jumat (26/5) dini hari sekitar pukul 02.30, api akhirnya bisa dikendalikan. Menurutnya, luas area yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare. Objek kebakaran berupa ilalang dan tanaman cemara gunung. Ajat menyebut, titik kebakaran ini berada pada ketinggian 1.823 Mdpl. Jaraknya dengan pemukiman warga sekitar 2 jam perjalanan. ’’Lokasinya cukup sulit dijangkau dan kondisinya terjal,’’ tutur dia.
Kemarin pagi, kebakaran kembali terjadi di lereng Gunung Welirang. Titik kobaran api terdeteksi di kawasan blok Patok Wesi, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. Dibutuhkan perjalanan selama tiga jam untuk menjangkau lokasi yang berada di atas wisata Air Terjun Dlundung tersebut. Namun demikian, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, petugas belum bisa menjangkau titik kebakaran.
Ajat mengungkapkan, upaya pemadaman kebakaran terkendala kabut tebal yang menyelimuti lereng gunung. ’’Sejak siang berkabut sehingga tidak kelihatan. Teman-teman di lapangan belum bisa mencapai titik kebakaran karena kondisinya sangat sulit,’’ ujarnya dihubungi kemarin petang.
Menurutnya, untuk mencapai titik kebakaran yang kedua ini, petugas harus melalui 4 gugusan bukit. Sebagai langkah antisipasi, sementara waktu jalur pendakian ditutup. Kebijakan ini berlaku bagi aktivitas pendakian di Gunung Welirang dan Gunung Arjuno. Penutupan berlangsung sejak kemarin sampai batas waktu yang belum ditentukan. ’’Sementara waktu kami tutup selama proses penanganan kebakaran masih berlangsung,’’ tandasnya.
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengatakan, pihaknya memberi dukungan logistik untuk petugas tahura dan Perhutani selama operasi pemadaman. Menurutnya, kebakaran meluas sampai ke dua titik karena cuaca panas dan lahan yang kering. ’’Tanaman di lereng itu kan kering semua, jadi api dari Pasuruan akhirnya merembet ke Mojokerto,’’ ujarnya. Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Petugas masih fokus melakukan penanganan. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah