Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adisatria melalui Kasi Humas, Iptu MK. Umam mengatakan, peningkatan pengawasan ini tak lepas dari banyaknya laporan masyarakat tentang maraknya aksi kejahatan dan gangguan keamanan pasca lebaran. Khususnya di jam-jam malam hari yang dinilai rawan muncul tindak kejahatan jalanan seperti curanmor, jambret hingga tawuran. Meski aktivitas masyarakat kembali normal, tak menyurutkan munculnya tindak kriminalitas. ’’Pengawasan ini dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan guna mencegah terjadinya tindakan kriminalitas dan mengantisipasi kamtibmas di jam-jam rawan terjadinya tindak kejahatan,’’ tegasnya.
Umam menegaskan, intensitas patroli sengaja ditingkatkan agar aksi-aksi yang selama ini dianggap meresahkan bisa cepat terdeteksi. Khususnya di Empunala dan Bypass yang selama ini menjadi jalur paling rawan. Lantaran menjadi lalu lintas para pelaku kejahatan sebelum dan sesudah beraksi di Kota Onde-Onde.
Indikasi itu terlihat dari maraknya konvoi kendaraan bising hingga balap liar yang kerap dijadikan ajang menyamarkan keberadaan pelaku. Untuk itu, patroli mobile menjadi upaya pemantauan dan pengawasan paling efektif demi mencegah pelaku beraksi. ’’Selain mengatur lalu lintas, petugas juga memberikan himbauan kepada pengguna jalan agar tetap hati-hati,’’ tegasnya.
Sebelumnya, pengawasan lalu lintas juga ditingkatkan Polresta dengan mempertahankan dua pos pengamanan (pospam) yang berdiri sejak operasi ketupat berjalan 18 April lalu. Dua pos tersebut adalah pos simpang empat bypass Sekarputih dan pos utara jembatan Gajah Mada, Mlirip. 30 anggota kembali disiagakan dalam mengatur lalu lintas dari ancaman kemacetan hingga gangguan kejahatan jalanan. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah