Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pedagang Pinggir Jalan Direlokasi ke Pasar Hewan Sekarputih Kota Mojokerto

Fendy Hermansyah • Jumat, 5 Mei 2023 | 01:59 WIB
DIREVITALISASI: Wali Kota Ika Puspitasari saat meninjau gapura cagar budaya di kompleks Pasar Hewan Sekarputih yang akan dibangun taman pekan lalu. (Rizal Amrulloh/JPRM)
DIREVITALISASI: Wali Kota Ika Puspitasari saat meninjau gapura cagar budaya di kompleks Pasar Hewan Sekarputih yang akan dibangun taman pekan lalu. (Rizal Amrulloh/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto segera menggulirkan proyek tahap dua dengan membangun puluhan kios di kompleks Pasar Hewan Sekarputih. Tempat berdagang itu disiapkan untuk merelokasi pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya.

Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan, penambahan kios merupakan pekerjaan lanjutan dari proyek tahap pertama pembangunan Pasar Hewan Sekarputih di 2022. Dari 10 kios yang terbangun tahun lalu, dalam waktu dekat akan ditambah 50 kios pada pembangunan tahap dua. ”Kami sudah menyediakan fasilitas berupa kios baru, sudah ada 10 kios yang siap ditempati,” ungkapnya.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyatakan, puluhan kios yang dibangun pada proyek lanjutan tahun ini diperuntukkan untuk merelokasi pedagang yang selama ini berada di pinggir Jalan Sekarputih, Kecamatan Magersari. Menurutnya, mereka akan dipusatkan di dalam kompleks pasar Hewan Sekarputih.

Selain untuk penataan pedagang, tahun ini Pemkot Mojokerto juga bakal merevitalisasi dua gapura cagar budaya peninggalan masa kolonial untuk dijadikan taman. Sehingga, keberadaan kios akan diharapkan dapat menunjang ruang terbuka yang akan dibangun bernuansa Majapahitan. ”Kalau semua pedagang di sepanjang Jalan Sekarputih sudah tertata dalam pasar hewan, jalan akan bersih, tidak ada kekumuhan lagi,” ulasnya.

Menurutnya, paket pekerjaan pembangunan pasar hewan tahap dua masih dalam proses lelang. Sebagai persiapan, DPUPRPRKP telah membongkar satu-satunya warung milik warga. Ning Ita menyebut, penertiban bangunan dilakukan untuk membuat jalur alternatif ke pasar hewan yang dibuatkan melalui Kantor UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mojokerto. ”Untuk penjualnya sudah ada kios baru yang siap ditempati,” imbuhnya.

Terpisah, Kabid Penataan Ruang, Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPRPRKP Kota Mojokerto Yustian Suhandinata menambahkan, pada pekerjaan lanjutan tahun ini akan menyentuh lanskap dan pagar. Selain itu, juga dilakukan untuk menambah kapasitas Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Pasar Hewan Sekarputih.

Dari daya tampung semula hanya 10 meter kubik, kapasitas IPAL akan ditambah menjadi kurang lebih 25 meter kubik. ”Sekitar dua minggu lagi akan dilakukan penambahan IPAL,” tandas Yustian. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#pasar hewan #kabupaten mojokerto #Majapahit #relokasi #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #pemkot #trawas #pacet #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #sekarputih #soekarno #trowulan #onde-onde