KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lonjakan jumlah penumpang kereta api (KA) di Stasiun Mojokerto terus bergulir selama arus balik. Sebanyak 2.250 penumpang tercatat hilir mudik di stasiun sejak tanggal 23 hingga 30 April kemarin.
Kepala stasiun Mojokerto, Sutayat mengatakan, catatan tertinggi jumlah penumpang di stasiun terjadi pada 26 April, yakni sebanyak 2.960 penumpang yang naik dan turun KA. Dari jumlah itu, dominasi terbanyak adalah penumpang yang pergi dengan tujuan Jogja, Bandung, hingga Jakarta, yakni mencapai 1.700-an penumpang.
’’Penumpang naik dan turun sejak hari H lebaran sampai H+10 masih di kisaran 2 ribu sampai dengan 2.250 orang. Dengan realisasi tertinggi pada tanggal 26 April sebanyak 2.960 penumpang,’’ tuturnya. Dengan realisasi itu, maka jumlah penumpang yang meminati moda transportasi jalur rel ini semakin meningkat dibanding tahun lalu.
Yakni mencapai lebih dari 150 persen dari tahun lalu yang jumlahnya tak kurang dari seribu penumpang perhari. ’’Ada peningkatan lebih dari 150 persen dari tahun kemarin. Mungkin karena tahun ini aktivitas mudik tidak dibatasi oleh aturan,’’ kata dia.
Selain itu, tingginya permintaan masyarakat terhadap moda transportasi jalur khusus ini juga tak lepas dari layanan KA yang semakin berkualitas. Terbukti, penumpang tetap berjubel meski PT KAI sudah menambah jumlah KA selama arus mudik dan balik. Yakni KA Sancaka tujuan Jogjakarta-Surabaya dan sebaliknya, KA Pasundan tujuan Surabaya-Bandung dan sebaliknya, serta KA khusus Penumpang tujuan Surabaya-Jakarta dan sebaliknya. ’’KA tambahan juga sudah banyak ter-booking jauh sebelum lebaran, bahkan sebelum ramadan,’’ tandasnya.
Dengan tambahan itu, frekuensi KA yang melintasi stasiun Mojokerto pun ikut naik. Dari hari-hari reguler sebanyak 52 kali, kini menjadi 62 kali sehari. Dengan 23 jenis kereta baik KA lokal, maupun KA jarak jauh yang melintas di Mojokerto. ’’Otomatis frekuensi kereta di Mojokerto juga naik hingga 20 persen dari hari reguler,’’ pungkas Sutayat. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah