Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman mengatakan, perbaikan irigasi tetap menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur tahun ini. Dengan irigasi yang apik, diharapkan bakal berdampak positif pada pertanian. ’’Rehabilitasi saluran irigasi itu mendukung ketahanan pangan. Kita memperbaiki dam, bendung dan saluran-saluran yang rusak sehingga tetap terjaga tingkat layanan irigasinya,’’ ungkapnya.
Tahun ini, terdapat enam paket pengerjaan fisik untuk rehabilitasi daerah irigasi dengan pagu anggaran Rp 3,76 miliar. Di antaranya, rehabilitasi daerah irigasi di Desa Wonokusumo dengan pagu Rp 1,4 miliar, rehabilitasi saluran irigasi Desa Randubango, Kecamatan Mojosari Rp 87 juta, rehabilitasi saluran irigasi Dusun Belahan Rp 178 juta, rehabilitasi daerah irigasi Sukoanyar Rp 623 juta, rehabilitasi daerah irigasi Sumberkembar Rp 624 juta, serta rehabilitasi daerah irigasi Tamansari dengan pagu Rp 818 juta.
Dari sejumlah paket tersebut, ada sejumlah pengerjaan fisik yang dilakukan. Di antaranya, pekerjaan bangunan bendung 6 buah, pekerjaan bangunan sadap 4 buah, pekerjaan pintu air 13 buah, dan pekerjaan saluran capai 400 meter. ’’Dari beberpa kegiatan ini, akan berdampak dan bermanfaat untuk mengairi luasan lahan pertanian capai 1.216 hektare,’’ tuturnya.
Rois menegaskan, peningkatan dan rehabilitasi irigasi ini untuk meningkatkan hasil pertanian dari penyediaan infrastruktur yang optimal. Hingga kini empat paket proyek yang nilainya di atas Rp 200 juta sudah masuk proses lelang. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah