Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi, mengatakan, penanggulangan banjir tetap jadi atensi pemerintah di tahun ini. Khususnya di kawasan Kedundung, Kecamatan Magersari. ’’Pengendalian banjir masih menjadi salah satu prioritas untuk kita tuntaskan,’’ ungkapnya.
Selain bakal melakukan normalisasi gorong-gorong yang ada di wilayah Kota Onde-Onde, pemda juga fokus melakukan penanganan dengan membuat kolam retensi. Pembuatan embung untuk menampung air ini bakal dibangun di perbatasan antara Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dan Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Kolam yang sedianya untuk penampungan air hujan untuk sementara itu dianggarkan senilai Rp 3 miliar sekaligus rumah pompa. ’’Jadi, fungsinya nanti untuk menampung air hujan, setelah penuh nanti dipompa. Sistem kerjanya untuk menyeberangkan air dari barat Jalan Bypass ke timur Jalan Bypasss,’’ jelasnya.
Kebetulan, kata Mashudi, hingga kini wilayah Kedundung memang masih rentan terjadi banjir jika intensitas hujan tinggi. Termasuk di kawasan Wates dan Magersari. Faktornya, tak lain akibat terjadi penyempitan dan sumbatan drainase sehingga aliran air tak bisa lancar. ’’Gorong-gorong di samping bypass kecil jadi tidak mampu menampung debit air saat hujan deras dan lama. Jadi air hujan sering meluber ke permukiman warga,’’ urainya.
Proyek fisik yang diplot Rp 3 miliar sebenarnya sempat masuk dalam rencana pekerjaan di 2022 lalu. Namun akibat terganjal regulasi, paket proyek bisa direalisasikan di 2023 ini. Dalam waktu dekat, Dinas PUPRPRKP bakal menyorong dokumen perencanaan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakot Mojokerto untuk segera dilelang.
Selain itu, sebagai komitmen pengendalian banjir, tahun ini pemkot juga bakal melakukan normalisasi drainase di sejumlah ruas jalan protokol yang kerap jadi langganan genangan saat hujan. ’’Belum masuk lelang, tapi perencanaannya sudah ada,’’ tuturnya.
Seperti halnya drainase di Jalan Bhayangkara dan PB Sudirman yang belakangan kerap dikeluhkan warga lantaran kerap tergenang. ’’Itu anggarannya kita masukkan di masing-masing lingkungan. Yang jelas, persoalan banjir jadi atensi kami. Termasuk dengan mempertahankan fungsi gorong-gorongnya. Yang rusak diperbaiki, sesuai usulan musrenbang dan pokir, diakomodirnya di situ, pengerjaannya normalisasi saluran,’’ paparnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah