Tak hanya di sisi jembatan saja, kini TPS liar juga merambah ke samping kantor BPS Kota Mojokerto. Kurang lebih ada tiga titik TPS yang tersebar di kawasan tersebut. Mutia, salah satu warga sekitar mengatakan, setiap melintasi kawasan tersebut, aroma bau tak sedap selalu tercium, karena banyak tumpukan sampah dijalan tersebut. ’’Adanya TPS liar di sepanjang jalan ini mengganggu para pengemudi kendaraan dan pelintas jalan kaki,’’ ujarnya.
Ia berharap, kepada aparat setempat memperhatikan kondisi ini, agar segera menanggulangi permasalahan tersebut. ’’Jika dibiarkan akan menjadi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan menimbulkan penyakit, serta menggangu pemandangan. Jadi, pemerintah desa harus turun tangan dalam menindak lanjuti permasalahan TPS liar,’’ harapnya.
Lurah Meri Gesmanto dikonfirmasi mengatakan, kawasan jalanan di daerah tersebut memang kerap dijadikan TPS liar. Mayoritas masyarakat membuangnya saat malam hari. Karena dekat dengan sungai dan minim permukiman. ’’Kita sampai kewalahan, setiap habis dibersihkan selalu muncul lagi,’’ ungkap dia.
Terpisah, Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto Erijanto mengaku, pihaknya sudah rutin membersihkan sampah di sepanjang kawasan tersebut. Bahkan, beberapa kali sudah dipasang papan larangan membuang sampah. ’’Tapi ya gitu, baru tiga hari dipasang sudah hilang lagi. Sampahnya dibuang ke situ lagi,’’ beber Eri.
Eri menyatakan belum ada penindakan lebih lanjut untuk mempertegas oknum nakal yang membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Untuk sementara waktu, upaya yang dilakukan yakni pembersihan. ’’Tim Sabersali (sapu bersih sampah liar) selalu kami terjunkan setiap Jumat khusus untuk membersihkan TPS di situ,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah