Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto Muhammad Imron mengatakan, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat. Dia pun tidak mengetahui daftar nama yang lolos dalam uji kompetensi yang berlangsung 19 Januari lalu. ’’Hasil uji kompetensi itu nilai angkanya pemerintah pusat atau panitia nasional yang mengetahui,’’ ungkapnya.
Sehingga hingga detik ini kata Imron, pemda juga masih buta data terkait 117 peserta yang sebelumnya mengikuti CAT di SMKN 1 Kota Mojokerto. Karena pemda hanya mengikuti dan menunggu instruksi pusat untuk melanjutkan proses tahapan. ’’Jadi, nanti pemerintah pusat yang merilis, siapa yang lolos. Termasuk penempatannya. Yang pasti, dari 117 peserta itu merebutkan 41 formasi jabatan fungsional guru,’’ terangnya.
Meski nantinya, peserta yang lolos akan dirilis oleh panitia di tingkat nasional, mereka tak semerta-merta langsung bisa bekerja sebagai guru P3K. Menurutnya, setelah dilakukan pengumuman, masih terdapat masa sanggah bagi mereka yang dinyatakan gugur dalam seleksi tersebut. Dari sanggahan itu, panitia juga diberi waktu untuk menjawabnya. ’’Jika tidak ada persoalan, baru setelah itu pengumuman final, setelahnya pemberkasan, lanjut penyerahan SK dan mereka bisa kerja,’’ tuturnya.
Sebagaimana diketahui, 41 formasi untuk P4 ini tak lain sisa dari total kuota 168 formasi yang dibuka pada tahun lalu. 41 kursi ini seluruhnya merupakan jabatan fungsional guru di SMP Negeri. Formasi terbanyak berasal dari posisi jabatan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masing-masing sebanyak 10 kursi.
Kemudian disusul formasi guru bimbingan konseling, bahasa Indonesia, dan matematika yang masing-masing membuka 4 kursi. Sedangkan sisa kuota lainnya terbagi untuk formasi guru agama Islam 2 kursi, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 2 kursi, Penjasorkes 2 kursi, dan bahasa Inggris 1 kursi. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah