Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sungai Pemicu Banjir di Trowulan Mojokerto Bakal Dinormalisasi

Fendy Hermansyah • Jumat, 27 Januari 2023 | 12:44 WIB
TINJAU LOKASI: Sekdakot Mojokerto Teguh Gunarko bersama BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan monitoring dan mitigasi bencana banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kamis (26/1). (Rizal Amrulloh/JPRM)
TINJAU LOKASI: Sekdakot Mojokerto Teguh Gunarko bersama BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan monitoring dan mitigasi bencana banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kamis (26/1). (Rizal Amrulloh/JPRM)
TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto langsung menerjunkan alat berat untuk melakukan pengerukan di saluran air untuk menangani banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan banjir, Kamis (26/1). Mulai tahun ini, saluran irigasi yang kerap meluap saat hujan lebat juga akan dilakukan normalisasi.

Itu ditegaskan Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko usai melakukan monitoring dan mitigasi di lokasi terdampak bencana banjir kemarin. Menurutnya, terdapat dua penyebab meluapnya sungai di Desa Wonorejo.

Selain dipicu akibat pendangkalan, luberan air juga disebabkan menyempitnya volume sungai akibat pelebaran jalan. ’’Hari ini (kemarin, Red) dari Dinas PUPR kami minta langsung mendatangkan alat berat untuk melakukan normalisasi dan pelebaran di seputaran avour,’’ terangnya, Kamis (26/1).

Teguh menyebutkan, kondisi banjir juga diperparah dengan adanya jembatan milik warga. Pasalnya, bangunan permenen tersebut turut menghambat aliran sungai yang berfungsi sebagai saluran irigasi. ’’Sekaligus akan diupayakan pembongkaran satu jembatan milik warga untuk kita lebarkan. Sehingga air nanti bisa mengalir secara normal,’’ tegas pejabat yang juga Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto ini.

Photo
Photo
TERDAMPAK: Halaman SD Negeri Wonorejo 1, Kecamatan Trowulan yang masih terendam banjir, Kamis (26/1). (Rizal Amrulloh/JPRM)

Langkah itu dilakukan karena luberan air sungai yang berlangsung sejak Rabu (26/1) mengakibatkan sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat terendam. Selain itu, banjir juga melanda areal persawahan hingga sebagian permukiman warga.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin, banjir masih menggenangi dua sekolah negeri. Antara lain di SMPN 1 Trowulan dan SDN 1 Wonorejo. Termasuk juga di halaman Balai Desa Wonorejo.

Teguh memaparkan, sekitar 20 rumah penduduk juga turut terdampak. Luapan air juga sempat masuk ke ruang pelayanan di Puskesmas Tawangsari meski terpantau sudah mengering pada Kamis (26/1) siang. ’’Kita juga sudah salurkan 20 paket bantuan sembako ke warga yang terdampak banjir,’’ tandas dia.

Teguh menyatakan, pengerukan sedimentasi dan pelebaran saluran masih sebatas untuk penanganan darurat. Untuk mengantisipasi bayang-bayang banjir Desa Wonorejo, tahun ini Pemkab Mojokerto telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Provinsi Jatim untuk melakukan normalisasi di sepanjang aliran sungai. ’’Sebagai penanganan jangka panjangnya, kita akan kerja sama dengan Pemprov Jatim agar normalisasi dilaksanakan mulai dari hulu sampai hilir,’’ tandas Teguh.

Photo
Photo
DIBERSIHKAN: Petugas membersihkan genangan air yang masih merendam ruangan kelas di SMPN 1 Trowulan, Kamis (26/1). (Rizal Amrulloh/JPRM)

Sementara itu, Kabid SDA DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menambahkan, sungai Desa Wonorejo telah masuk sebagai titik untuk disentuh normalisasi tahun ini. Melalui DPU SDA Jatim, penanganan bakal dilakukan mulai dari Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. ’’Saluran induknya kan dari daerah Dinoyo, nanti akan merata sampai sini (Desa Wonorejo, Red),’’ sambungnya.

Selain itu, normalisasi juga dilanjutkan di hilir sungai di Desa Modongan, Kecamatan Sooko. Rois mengatakan, tahun lalu saluran air yang juga jadi langganan luapan itu telah disentuh perbaikan fisik pada rentang November-Desember 2022. ’’Tapi karena belum selesai, tahun ini dikerjakan lagi lanjutannya di Modongan,’’ pungkasnya. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #banjir trowulan #banjir #mojokerto banjir #Mojopahit #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #banjir mojokerto #onde-onde