Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Besi Pembatas Underpass di Bloto Kota Mojokerto Doyong

Fendy Hermansyah • Selasa, 17 Januari 2023 | 14:35 WIB
TUNGGU PERBAIKAN: Kondisi pembatas underpass di perlintasan kereta api (KA) terowongan Trenggilis RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang nyaris ambruk dan masih dilewati banyak orang, kemarin. (Sofan Kurniawan/JPRM)
TUNGGU PERBAIKAN: Kondisi pembatas underpass di perlintasan kereta api (KA) terowongan Trenggilis RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang nyaris ambruk dan masih dilewati banyak orang, kemarin. (Sofan Kurniawan/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Diduga akibat tersenggol mobil, besi pembatas underpass di perlintasan kereta api (KA) terowongan Trenggilis RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto rusak parah. Bangunan yang difungsikan sebagai pembatas muatan kendaraan tambang ini, nyaris ambruk.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) di lokasi kemarin (16/1), kondisi beton pada menempel di kedua tiang besi sudah hancur. Dan, besi pembatas setinggi 2 meter itu akan roboh.

Rofiq, salah satu warga lingkungan Trenggilis RT 04 RW 01, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon mengatakan, besi pembatas itu dalam kondisi miring sejak kemarin pagi (16/1). Diduga nyaris ambruk akibat tersenggol mobil yang melintas di jalan tersebut. ’’Kejadiannya sekitar pukul 09.00. Anak saya tadi yang lewat situ, katanya kesundul mobil makanya sampai miring gitu kayak mau roboh,’’ ujarnya.

Rofiq menuturkan, sebelumnya ada dua besi pembatas yang dipasang di kawasan tersebut. Salah satu besi pembatas dengan tinggi sekitar dua meter itu juga nyaris ambruk dan disanggah bambu. Karena ditakutkan menimpa orang yang melintas, akhirnya besi pembatas itu dilepas. Kini hanya satu besi pembatas yang tersisa dan sudah sempat diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan. ”Yang sekarang hampir ambruk itu sebenarnya baru diperbaiki sebulan yang lalu, bersamaan melepas besi pembatas satunya,’’ imbuhnya.

Dalam setahun, dia mengaku besi pembatas tersebut sudah mengalami perbaikan sebanyak empat kali. Sebagai penduduk sekitar, dia mengaku prihatin melihat kondisi besi pembatas itu. Apalagi, kawasan tersebut menjadi jalur alternatif bagi pengendara. Sehingga dikhawatirkan bisa mencelakai pengguna jalan yang berseliweran di daerah tersebut. ”Kalau sampai menimpa orang yang lewat kan menakutkan. Kasian kalau sampai ada korbannya,” beber Rofiq.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Blooto Wahyudi mengatakan, kondisi besi pembatas itu memang sudah lama membutuhkan perbaikan. Pihaknya sudah mengajukan terkait perbaikan itu ke PT KAI. ”Sudah kita tindak lanjuti. Saya berkirim surat untuk pengajuan perbaikan dari PT KAI. Tinggal nunggu konfirmasinya aja,” katanya.

Lebih lanjut, Yudi menambahkan, untuk sementara ini, pihaknya mengimbau agar warga yang melintas di sekitar jalanan itu untuk berhati-hati. Warga sekitar juga diminta melarang kendaraan yang melebihi ukuran besi pembatas itu agar tak memaksakan masuk dan melintas ke terowongan underpass tersebut. ”Karena takutnya kalau nerobos masuk besi pembatasnya tambah parah,” tandasnya. (oce/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #besi pembatas #Mojopahit #sudut kota #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #besi pengaman #mojokerto #besi underpass #soekarno #trowulan #onde-onde