KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pengerjaan proyek infrastruktur sepanjang 22 kilometer berhasil dituntaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto. Dengan pagu Rp 109 miliar, dinas ini mampu melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 19 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, 85 persen pengerjaan pembangunan fisik pada APBD 2022 tuntas. Memasuki Desember ini, sejumlah paket proyek infrastruktur yang tersebar di 26 ruas jalan di Kabupaten Mojokerto kondisinya sudah mulus dan lebar. ’’Sebelum dilakukan pembayaran 100 persen, sekarang tiap hari ada pemeriksaan 100 persen pengerjaan dengan melibatkan semua. Ada tim pendamping dari kejari dan polres,’’ ungkapnya.
Pemeriksaan sebelum dilakukan pembayaran 100 persen ini, untuk melakukan pemeriksaan terkait spesifikasi teknis di lapangan. Yakni, dicocokkan dengan laporan administrasi pengawas selama pengerjaan berlangsung. ’’Hasilnya positif, dalam arti apa yang ada di lapangan itu yang kita bayar. Insyaallah tidak ada minus. Jika tidak ada perbaikan lagi atau pun temuan, akan segera dibayar. Yang ada adendum di beberapa pekerjaan dan itu sudah lumrah karena menyesuaikan kondisi di lapangan,’’ tandasnya.
Kendati begitu, Rinaldi menegaskan, jika sebelum adendum, sudah dirapatkan dulu. Termasuk bersama dengan tim pendamping kejaksaan negeri ataupun kepolisian. Menurutnya, meski kenaikan harga BBM dan musim penghujan yang terjadi belakangan ini cukup pengaruhi dalam pengerjaan, namun fakta di lapangan, para pelaksana proyek tak ada yang mengajukan perpanjangan waktu. ’’Kita targetkan pertengahan Desember seluruh proyek APBD sudah selesai 100 persen, sekarang yang belum tinggal paket pengerjaan Wringinrejo, Kedungmaling, sama Pacet Made,’’ tandasnya.
Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, mengatakan, Dinas PUPR berhasil melakukan efisiensi anggaran capai 17 persen dari total anggaran yang dikucurkan dalam proyek infrastruktur jalan di APBD 2022. ’’Dari pagu Rp 109.435.573.000, kontrak Rp 90.015.276.600, dan selisih Rp 19.420.297.330, jadi ada efisiensi 17 persen tepatnya,’’ ungkapnya.
Efisiensi ini tak lain akibat banyak pemenang tender yang menawar di angka 85 persen, bahkan ada yang 80 persen. Angka ini menjadi salah satu keberhasilan Dinas PUPR melakukan penghematan APBD. ’’Artinya, pekerjaan tuntas dan sesuai spektek, tapi masih ada anggaran tersisa,’’ tuturnya.
Dengan dituntasnya perbaikan jalan sepanjang 22 kilometer di APBD 2022, ke depan, pemda akan fokus dalam melakukan penanganan 113 kilometer ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan. Termasuk, pengerjaan 13 paket proyek infrastruktur jalan dengan nilai total Rp 33,693 miliar pada P-APBD 2022 yang minggu ini juga sudah mulai berjalan. ’’Prinsipnya, infrastuktur jalan yang bagus, mulus, dan lebar secara ekonomi nilai aset di sekitar jalan naik, distribusi orang dan barang lebih lancar. Termasuk, wisata juga lebih baik,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah