Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi mengungkapkan, pekerjaan utama berupa pemasangan box culvert saluran di sepanjang Jalan Empunala sudah hampir terselesaikan.
Saat ini, pekerjaan saluran tinggal menuntaskan sentuhan akhir dengan memasang material penutup berbahan beton precast di titik yang sebelumnya terkendala saluran PDAM. ”Karena crossing dengan pipa PDAM, sehingga harus dipesankan box culvert khusus. Tapi tadi sudah proses pemasangan,” ungkapnya, Senin (14/11).
Menurutnya, pemasangan box culvert di sisi timur simpang empat Jalan Empunala-Benteng Pancasila (Benpas) tersebut menjadi pekerjaan terakhir saluran. Meski demikian, kata dia, pekerjaan fisik lainnya juga dikerjakan secara bersamaan.
Mashudi menyatakan, selain pemadatan jalan, pekerjaan median jalan dan jalur pedestrian kini juga dilakukan percepatan. Termasuk pekerjaan finishing pembuatan saluran drainase yang menampung aliran air dari pemukiman warga di sisi selatan Jalan Empunala. ”Semua dikerjakan bersamaan,” tandasnya.
Saat ini, jelas dia, tahap pengaspalan juga mulai digulirkan. Utamanya dilakukan di sebagian badan jalan yang sudah selesai dipadatkan. Mashudi menyebutkan, di tahap awal ini dilakukan sebagai fondasi sebelum dilakukan pengaspalan secara menyeluruh.
Kemarin, sejumlah alat berat juga diturunkan untuk mengaspal badan Jalan Empunala di sisi utara median. ”Karena jalan yang lama, tidak ada pemadatan. Sehingga bisa langsung mulai diaspal,” sambungnya.
Dikatakannya, realisasi pekerjaan megaproyek peningkatan Jalan Empunala masih sesuai target. Pekan lalu, ungkap Mashudi, sentuhan fisik proyek yang dianggarkan dari dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PN) ini telah mencapai kisaran 76 persen.
Dia mengaku masih optimistis untuk merampungkan 24 persen sisa pekerjaan dengan masa kontrak yang tinggal 1,5 bulan ke depan. Sesuai kontrak, megaproyek yang dikontraktori PT PP Presisi Tbk ini harus rampung paling lambat 30 Desember mendatang. ”Kendala di lapangan pasti ada, tapi tidak sampai menghambat pekerjaan karena progresnya saat ini masih positif,” pungkas Mashudi. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah