Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa ambrolnya jembatan berukuran sekitar 6x2 meter itu terjadi sekitar pukul 18.00 Sabtu (12/11). Kerusakan terjadi sesaat usai jembatan dilalui truk tronton muatan pakan ayam. ”Kemungkinan ya gara-gara truk pakan ayam yang kirim ke (Dusun) Sempu itu. Setelah lewat, jembatan ambrol. Padahal sama warga (Dusun Kanigoro) sudah sering dicegat nggak boleh lewat sini tapi masih nekat saja,” ujar Yono, salah seorang pencari rumput di sekitar lokasi.
Ambrolnya jembatan menyisakan lubang menganga sekitar 2x1 meter. Hal itu seiring dengan terputusnya akses warga Dusun Kanigoro menuju Legundi maupun Sempu dan sebaliknya. Warga harus berputar sekitar 3 kilometer untuk mengakses jalan alternatif hingga jembatan rampung diperbaiki. ”Sementara (jembatan) ditutup, nggak bisa dilewati. Jadi harus muter ke utara lagi, SMPN 2 Jatirejo ke timur, ya lumayan juga,” bebernya.
Pihaknya menyayangkan rusaknya jembatan yang baru direnovasi sekitar dua tahun lalu. Sebab, perbaikan tersebut dinilai kurang efektif dan optimal. ”Direnovasi ini sekitar dua tahun lalu, bareng sama pembetonan jalan ini. Tapi sepertinya (perbaikan jembatan) nggak keseluruhan, akhirnya ya begini,” tandas pria parobaya itu.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya membenarkan ambrolnya jembatan aset Desa Bleberan itu. Pihaknya langsung mensurvei lokasi usai menerima laporan rusaknya infrastruktur jalan tersebut.
”Sekitar pukul 20.00 Sabtu (12/11) kami sudah survei ke lokasi bersama pak kadis (kepala dinas). Besok (hari ini) kami rapatkan untuk dilaporkan ke bupati. Kami menunggu petunjuk dari beliau terkait anggarannya sekaligus kami berikan masukan secara teknisnya. Mungkin anggarannya masuk penanganan darurat bencana,” ungkapnya, kemarin.
Menurut Henri, ambrolnya jembatan itu dipicu rusaknya pondasi jembatan yang terkikis aliran sungai. Terlebih, struktur jembatan itu sudah tidak lengkap akibat kerusakan sebelumnya. ”Pondasi jembatan sudah rusak tergerus air sungai. Karena sayap jembatannya sudah nggak ada. jadi air sungai langsung mengikis pondasinya,” tandasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah