Salah satunya dibeberkan Kh, 32, warga Sooko, Kabupaten Mojokerto, pengunjung wisata religi Troloyo. Ia mengaku memarkir kendaraan roda empat di tempat parkir kendaraan depan pintu masuk Makam Troloyo. Dia mengunjungi pasar malam yang berada di depan kompleks wisata religi makam Troloyo, Minggu (30/10) malam.
Sesaat hendak pulang, dirinya ingin mengeluarkan mobil dari parkiran. Kemudian, didatangi seseorang yang berlagak seperti petugas parkir. Pria tanpa seragam resmi tersebut hendak mengarahkan kendaraan. Lalu meminta uang parkir. "Rp 10 ribu parkirnya," sebut Kh mengulangi perkataan pria tersebut.
Iti membuat Kh kaget. Padahal, biasanya tarif parkir kendaraan roda empat di lokasi sebesar Rp 5 ribu. Itu pun tanpa dilengkapi karcis atau tiket parkir resmi. Dia sempat berdebat dengan pria yang berlagak tukang parkir tersebut. "Saya terpaksa bayar Rp 10 ribu. Tapi lha wong gak jelas. Itu tukang parkir atau bukan," bebernya.
Dia menyebutkan, tarif parkir tersebut tidak sewajarnya. Apalagi, parkir tidak menggunakan karcis/tiket parkir yang resmi. Petugas yang ada juga tidak melengkapi diri dengan seragam resmi. Mereka juga tidak dibekali peluit. ''Biasanya Rp 5 ribu. Ya wajarlah kan roda empat, roda dua biasanya Rp 2 ribu. Ini naik dua kali lipat jadi Rp 10 ribu. Parkir di mall saja gak segini,'' sebutnya.
Fs, pengunjung lainnya mengaku juga mendapat perlakuan serupa. Penerapan tarif parkir tidak sewajarnya juga pernah dialaminya ketika mengunjungi wisata tersebut pada hari-hari tertentu. ''Sewaktu malam Kamis pernah ditarik Rp 20 ribu. Kata tukang parkirnya, tarif naik karena malam jemuah legi,'' kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menyebutkan, pihaknya tidak memiliki lahan parkir di depan kompleks makam Troloyo. ''Dishub tidak punya lahan parkir di depan komplek makam. Parkir yang dikelola dishub sebelum kompleks makam. Kemungkinan itu parkir yang dikelola warga setempat yang lahan rumahnya dibuat parkir,'' jawabnya.
Ditanya indikasi parkir liar, pihaknya enggan menjawab lebih lanjut. Mantan Kabag Pemerintahan Setdakab ini menuturkan bakal melakukan survei atas adanya keluhan pengunjung tentang tarif parkir tersebut. ''Besok (Senin) saya akan survey,'' tandas pria lulusan STPDN ini. (fen) Editor : Fendy Hermansyah