Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ning Ita Pastikan Kesiapan Rumah Pompa

Fendy Hermansyah • Sabtu, 22 Oktober 2022 | 13:18 WIB
DETEKSI DINI: Wali Kota Ning Ita meninjau saluran air primer di Sungai Sadar guna melakukan mitigasi bencana menghadapi musim penghujan, kemarin (21/10). (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
DETEKSI DINI: Wali Kota Ning Ita meninjau saluran air primer di Sungai Sadar guna melakukan mitigasi bencana menghadapi musim penghujan, kemarin (21/10). (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Terapkan Sistem Otomatisasi, Siagakan Petugas 24 Jam

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menghadapi musim penghujan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada rumah pompa, Jumat (21/10) pagi. Peninjauan dilakukan guna memastikan fungsi alat penyedot air dan kesiapan petugas operator.

Rumah Pompa Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan menjadi titik pertama yang ditinjau Ning Ita, sapaan akrab wali kota. Pompa air yang terletak di bantaran Sungai Sadar ini dilakukan pengecekan pada sistem otomatisasi hingga kesediaan bahan bakar minyak (BBM). ”Ketika genangan air mencapai pada ketinggian tertentu, maka secara otomatis mesin pompa akan menyala,” terangnya.

Sidak juga dilakukan pada rumah pompa di Jalan Pahlawan. Ning Ita memastikan keberadaan alat untuk mempercepat daya surut genangan air itu berfungsi dengan baik. Dari total 20 rumah pompa yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mojokerto, 10 di antaranya telah menerapkan sistem otomatisasi. ”Masing-masing juga kami siagakan petugas operator juga,” paparnya.

Selama musim penghujan, petugas operator disiagakan secara bergilir sepanjang siang-malam. Mengingat, sebagai daerah yang memiliki topografi cekungan, Kota Mojokerto tidak bisa lepas dari bayang-bayang banjir dan genangan air.

Kendati demikian, tegas Ning Ita, pemkot telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir timbulnya bencana alam. Di antaranya dengan menyiagakan rumah pompa di 20 titik daerah rawan. ”Memang perlu diwaspadai setiap saat apabila terjadi intensitas hujan tinggi, maka akan terjadi genangan di wilayah Kota Mojokerto,” ulasnya.

Selain itu, disiagakan pula 8 alat pompa air portable yang bisa menjangkau gang-gang sempit apabila terjadi genangan. Tak kalah pentingnya, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air.

Wali kota juga mengimbau masyarakat untuk melakukan kerja bakti di masing-masing lingkungan. Terutama jika terjadi saluran air pengurangan kapasitas saluran akibat penumpukan sedimentasi maupun sampah. ”Mari kita bersama-sama untuk memastikan kelancaran saluran air dengan menjaga kebersihannya. Jangan membuang sampah ke saluran maupun sungai,” pesan Ning Ita.

Ditambahkannya, penanganan banjir masih menjadi prioritas dengan peningkatan infrastruktur. Tahun ini, pemkot kembali mengucurkan anggaran sebesar Rp 35 miliar dari APBD. Dana tersebut direalisasikan untuk proyek fisik yang menyentuh pembangunan dan rehabilitasi saluran serta penambahan dua rumah pompa baru di Kelurahan Gedongan dan Metikan.

”Karena pengendalian banjir ini merupakan salah satu dari lima prioritas di dalam RPJMD. Sehingga, setiap tahun ada alokasi anggaran yang memadai untuk menuntaskan sesuai dengan hasil kajian kapasitas drainase,” tandas wali kota. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#pompa #sidak #antisipasi #banjir #ita #ning #puspitasari #wali kota #rumah