Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

TPS Liar Tak Terurus, Kumuh dan Muncul Bau Menyengat

Fendy Hermansyah • Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:25 WIB
MENGGUNUNG: Tumpukan sampah yang tak terurus kian menggunung di pinggir ruas jalan Mlirip, Kecamatan Jetis. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)
MENGGUNUNG: Tumpukan sampah yang tak terurus kian menggunung di pinggir ruas jalan Mlirip, Kecamatan Jetis. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)
JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penanganan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto kian amburadul. Selain mengabaikan keluhan warga, tempat pembuangan sampah liar di sejumlah ruas jalan juga tak terurus.

Seperti yang nampak di pinggir ruas jalan Mlirip, Kecamatan Jetis. Jalur ramai pengendara menuju Kota Mojokerto itu nampak kumuh. Tak jarang mereka yang melintas harus menahan nafas lantaran menimbulkan bau busuk. ’’Musim hujan seperti ini baunya makin menyengat,’’ ungkap salah seorang warga setempat.

Menurutnya, sampah yang didominasi bahan nonorganik itu sangat mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Bagaimana tidak, tumpukan sampah yang kian menggunung dipastikan mencemari lingkungan. Selain menimbulkan bau menyengat, juga mengundang kerumunan lalat yang rentan menyebarkan penyakit ke pemukiman warga. ’’Akhirnya lingkungan sekitar yang dirugikan. Padahal sampah itu dibuang warga luar desa yang melintas, utamanya saat malam hari,’’ tuturnya.

Terlepas dari itu, warga menyayangkan tak adanya gerak cepat dari dinas terkait untuk melakukan penanangan. Baik melakukan pembersihan atau pun memberi fasilitas container sampah agar masyarakat juga tak membuang sampah sembarangan. Apalagi, keberadaaan sampah liar ini ada pinggir jalan raya dan tanggul sungai. ’’Solusinya mungkin kontainer sampah bisa diperbanyak di spot-spot tertentu agar warga juga terfasilitasi. Dan tiap waktu bisa diangkut untuk dibuang ke TPA,’’ katanya.

Pemandangan serupa juga terlihat di jalan Setoyo, Desa Talun, Kecamatan Dawarblandong. Kemarin, tumpukan sampah tersebut merupakan hasil bersih-bersih sampah yang dilakukan oleh kelompok relawan dan pemuda. Karena tidak ada tempat pembuangan tingkat kecamatan, terpaksa diletakkan di pinggir jalan. Purnomo petugas DLH yang hadir saat kerja bakti mengatakan, pihaknya tidak bisa mengangkut sampah ke TPA milik pemerintah. Alasan nya TPA yang baru dibangun di Karangdieng tersebut sudah overload.

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi, menegaskan, tumpukan sampah tersebut segera ditindaklanjuti. Hanya saja, keterbatasan personel dan kapastitas TPA milik pemkab menjadikan persoalan sampah di Kabupaten Mojokerto tak bisa tertangani dengan baik. ’’Sebetulnya tumpukan itu sudah lama ada, tapi tetap akan kita tindaklanjuti segera, meski kapasitas sudah overload, tetap kita angkut karena itu menjadi tanggung jawab kita juga,’’ ungkapnya.

Sebaliknya, hingga kini, tumpukan sampah liar di Dam Menturus, Desa Ngareskidul, Kecamatan Gedeg yang jadi keluhan warga tak kunjung ditindaklanjuti DLH. Padahal, kondisinya kian parah. Dinas terkait tak mau tahu dengan pencemaran lingkungan yang terjadi di lingkungan warga. ’’Belum ada tindak lanjut, makin parah pada titik yang lain,’’ ungkap Masrukhan, warga setempat. (ori/fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#bau tak sedap #tps liar #dlh #mojokerto #sampah #kumuh