Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menumbuhkan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Permainan Tradisional

Fendy Hermansyah • Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:19 WIB
DOLANAN: Anak didik TK YWKA Kota Mojokerto memainkan permainan tradisional di halaman sekolah.
DOLANAN: Anak didik TK YWKA Kota Mojokerto memainkan permainan tradisional di halaman sekolah.
TK YWKA Kota Mojokerto

DERASNYA terpaan era digitalisasi membuat keberadaan permainan tradisional terkikis oleh game modern. Sebagai upaya untuk tetap melestarikanya, TK Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) Kota Mojokerto menerapkan dolanan menjadi sarana pembelajaran. Sebagai salah satu warisan budaya, di dalam permainan tradisional juga terkandung nilai-nilai luhur yang bermanfaat untuk menumbuhkan karakter anak sejak usia dini.

Kepala TK YWKA Kota Mojokerto Endah Purnamasari mengungkapkan, permainan tradisional sangat tepat digunakan untuk membentuk karakter anak. Dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dolanan tradisional diimplementasikan melalui permainan yang menyenangkan. ’’Permainan tradisional sangat bermanfaat untuk menumbuhkan karakter anak sejak dini yang memang pembelajarannya berbasis bermain sambil belajar,’’ terangnya.

Di tahun ajaran 2022/2023 ini, TK YWKA Kota Mojokerto mulai memasukkan permainan tradional dalam pelaksanaan pembelajaran. Sebab, tutur Endah, setiap permainan tradisional memiliki unsur nilai-nilai luhur budaya yang mencerminkan kearifan lokal. ’’Karena lahir dari budaya kita sendiri, Sehingga sangat bermanfaat dalam mengembangkan nilai-nilai karakter anak usia 4-6 tahun,’’ ulasnya.

Sebagai langkah awal, TK YWKA menerapkan tiga jenis permainan tradisional pada anak didik. Meliputi permainan dakon, engklek atau sonda, serta ular naga. Menurutnya, masing-masing terkandung nilai dan karakter yang bisa dikembangkan pada siswa.

Dakon misalnya. Melalui permainan yang dimainkan dua anak ini dapat mengembangkan karakter jujur ketika pemain memasukkan ke dalam lubang dakon. Tak hanya itu, siswa juga ditanamkan karakter rendah hati dengan menerima kekalahan dan tidak sombong saat memenangkan permainan.

Begitu pun dengan permainan sonda yang mampu menjadi sarana pengembangan karakter disiplin pada anak. Sebab, jelas Endah, melalui permainan tradisional ini peserta didik dituntut untuk taat terhadap aturan permainan.
Demikian pula pada permainan ular naga yang terkandung karakter cinta damai dengan saling menghargai saat bermain. ’’Selain sebagai media pembelajaran dalam pembentukan karakter anak usia dini, permainan tradisional sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya,’’ tandas dia.

Di samping itu, melalui permainan tradisional juga dapat melepaskan ketergantungan anak terdahap gadget. Karena dengan dolanan, anak-anak akan terlibat secara aktif yang juga bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik dan pertumbuhan fisik. ’’Dengan mengenalkan kepada anak sejak dini, maka eksistensi permainan tradisional sebagai warisan budaya juga akan tetap terjaga,’’ imbuh Endah. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #wisata mojokerto #educity kota mojokerto #Kota Mojokerto #TK YWKA Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde