Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Erijanto mengatakan, tugu onde-onde yang berada di pertigaan Penarip, Kelurahan/Kecamatan Kranggan ini didirikan pada tahun 2017 lalu.
Tugu tersebut memang dibangun untuk memperkenalkan masyarakat dengan Onde-onde yang menjadi ikon khas Kota Mojokerto. "Karena memang makanan khas Kota kan Onde-onde. Nah, tugu ini sengaja didirikan di lokasi tersebut, yang memang titik strategis bisa memperkenalkan ikon ini kepada masyarakat," ujarnya.
Eri menuturkan, pembangunan tugu Onde-onde ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 25 juta. Dengan rincian tinggi sekitar 4 meter dan diameter Onde-ondenya berukuran 2 meter. "Dulu yang buat desainnya pegawai DLH sendiri, sekarang orangnya sudah pensiun," kata dia.
Lebih lanjut, Eri menjelaskan, struktur tugu Onde-onde tersebut tersusun dari besi sebagai kerangka dan dibalut dengan semen beton. Untuk biji wijennya, berbahan dari batu koral. "Agar menyerupai biji wijen pada Onde-onde, kami siasati pakai bahan dari batu koral putih," ulasnya.
Lebih lanjut, Eri menambahkan, untuk memperkuat ikon Kota Mojokerto, pada bagian tiang penyangga tugu, terdapat ukiran Surya Majapahit. "Untuk memperkental ikon kota Mojokerto, bagian penyangganya ada ukiran Suray Majapahit. Jadi, saat masyarakat masuk ke kawasan Kota, sudah disuguhi dengan ikon khas yakni Onde-onde sekaligus Majapahit," tandasnya. (oce/fen) Editor : Fendy Hermansyah