Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Festival Bakar Sate di Rest Area, Fasilitasi Budaya Masyarakat saat Idul Adha

Fendy Hermansyah • Selasa, 12 Juli 2022 | 11:12 WIB
TRADISIONAL: Wali Kota Ika Puspitsari saat meninjau salah satu stan dengan tema kostum punokawan dalam Festival Bakar Sate 2022, Minggu (10/7) malam.
TRADISIONAL: Wali Kota Ika Puspitsari saat meninjau salah satu stan dengan tema kostum punokawan dalam Festival Bakar Sate 2022, Minggu (10/7) malam.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat Kota Mojokerto menyambut antusias Festival Bakar Sate tahun 2022 yang kembali digelar Pemkot Moojokerto. Terbukti, ribuan orang mendatangi event tahunan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha ini 1443 Hijriah di Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Minggu (10/7) malam.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan, melalui Festival Bakar Sate 2022 ini, Pemkot Mojokerto ingin memberikan ruang bagi masyarakat Kota Onde-Onde untuk mengembangkan olahan menu sate dengan berbagai resep khas sesuai inovasi dan kreasi masing-masing.

”Tidak hanya resep dari bumbu satenya yang beraneka ragam. Namun, ada yel-yel yang ditampilkan adalah kreativitas yang luar biasa sebagai salah satu budaya Kota Mojokerto yang semakin guyub, rukun dan gotong-royong,” ungkapnya saat memberikan sambutannya.

Tingginya animo masyarakat tidak hanya ditunjukkan dari banyaknya warga yang hadir. Tetapi, Festival Bakar Sate 2022 ini juga diikuti sebanyak 60 peserta. Dari jumlah tersebut, 22 peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Mojokerto. Sedangkan 38 peserta lainnya berasal dari unsur masyarakat dan perusahaan di Kota Mojokerto.

”Alhamdulillah, terima kasih atas partisipasi seluruh pihak atas suksesnya agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ini,” paparnya.

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengatakan, Festival Bakar Sate kali ini juga bertujuan mensosialisasikan sekaligus mempromosikan Rest Area Gunung Gedangan. Karena area perdagangan dan jasa yang berada di Jalan Bypass Kota Mojokerto ini dibangun Pemkot Mojokerto untuk memfasilitasi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) agar bisa lebih berdaya saing.

Sebagai ajang adu kreativitas, festival yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha ini juga memiliki beberapa hal yang menjadi kriteria penilaian. Di antaranya rasa sate, penyajian, dan serta yel-yel dari masing-masing peserta.

Tak hanya itu, penilaian juga dilakukan pada kreativitas dekorasi stan. Dalam festival bakar sate, peserta juga mengenakan beragam pakaian tradisional Majapahitan. Selain itu ada pula dengan yang mengenakan baju khas dari berbagai daerah lainnya.

”Sudah menjadi budaya masyrakat pada setiap Idul Adha mengolah daging kurban menjadi menu sate, Maka, Pemerintah Kota Mojokerto memfasilitasi budaya masyarakat tersebut menjadi festival,” tandas Ning Ita.

Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian juri, tim peserta dari Sekretariat Daerah Kota Mojokerto berhasil meraih juara I dari unsur rasa untuk kategori OPD. Adapun pemenang dari kategori umum diraih oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mojokerto.

Sedangkan dari unsur penyajian dan dekorasi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto berhasil menyabet menjadi juara I untuk kategori OPD dan sekolah. Sementara Lynn Hotel didapuk menjadi juara untuk kategori umum. Sementara SMPN 7 serta DWP masing-masing meraih juara I untuk kategori OPD dan kategori umum. (ram/ron/adv)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah ongko loro #festival bakar sate #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde