Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Beli Nasi Pakai Uang Pecahan Rp 75 Ribu, Emak-emak Heran Kok Ditolak

Fendy Hermansyah • Rabu, 8 Juni 2022 | 19:01 WIB
UANG BARU: Seorang warga menunjukkan uang pecahan Rp 75 ribu. (Moch Chariris/jawaposradsrmojokerto.id)
UANG BARU: Seorang warga menunjukkan uang pecahan Rp 75 ribu. (Moch Chariris/jawaposradsrmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Uang pecahan Rp 75 ribu terbilang baru beredar di pasaran. Banyak emak-emak yang keheranan lantaran ditolak pedagang saat transaksi pakai uang bergambar Presiden RI pertama Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta tersebut.

Pengalaman tak mengenakkan itu seperti dialami Aisyah, 35 tahun asal Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Perempuan berjilbab ini menceritakan pengalamannya ketika hendak menggunakan uang pecahan Rp 75 ribu untuk berbelanja.

"Awalnya saya ingin beli nasi di warung. Saat ingin bayar, saya sodorkan uang pecahan Rp 75 ribu. Oleh penjual nasi, uang saya ditolak. Dia tidak mau menerima uang tersebut," cerita Aisyah kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (8/6).

Tak berhenti itu saja. Ketika dirinya berbelanja di pasar tradisional, pengalamam serupa kembali terulang. Kala itu, dia ingin belanja kebutuhan pokok dan membayar dengan pecahan Rp 75 ribu.

"Oleh ibu-ibu pedagangnya dibilang. Apa masih laku uang itu?" ujar Aisyah menirukan perkataan pedagang tersebut.

Karena pedagang tersebut ragu, dia lantas meminta Aisyah membayar dengan uang pecahan lainnya. Meski merasa heran, dirinya terpaksa menggunakan uang pecahan lainnya untuk transaksi pembayaran bahan pokok di pasar tersebut. "Dikatain "apa masih berlaku?" Daripada saya tidak bisa belanja, akhirnya saya pakai uang pecahan lainnya," lanjut dia.

Photo
Photo
UANG BARU: Seorang warga menunjukkan uang pecahan Rp 75 ribu. (Moch Chariris/jawaposradsrmojokerto.id)

Aisyah mengaku heran sekaligus tak terima. Dirinya berharap ada sosialisasi lebih jelas lagi kepada masyarakat umum termasuk kalangan pedagang atau UMKM soal uang pecahan Rp 75 ribu.

Lantaran, meski jumlah uang pecahan tersebut masih minim beredar tapi seharusnya masih bisa dipakai transaksi jual beli. Atau, sebagai alat tukar dalam kegiatan ekonomi seperti di pasar tradisional hingga warung nasi. (fen) Editor : Fendy Hermansyah
#bank indonesia #uang soekarno hatta #uang Rp 75 ribu #Uang pecahan Rp 75 ribu #inflasi indonesia