Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terhalang Jalan Desa

Fendy Hermansyah • Selasa, 7 Juni 2022 | 14:03 WIB
PERLU TINDAK LANJUT: Warga tengah menata batuan andesit ODCB di Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, kemarin.
PERLU TINDAK LANJUT: Warga tengah menata batuan andesit ODCB di Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, kemarin.
Ekskavasi Dugaan Petirtaan Kuno Desa Kesiman
TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya ekskavasi Obyek diduga cagar budaya (ODCB) yang ditemukan di Dusun/Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, menemui batu sandungan. Sebab, sekitar temuan struktur mirip petirtaan kuno tersebut bersinggungan dengan jalan desa dan rumah warga.

Kepala Desa Kesiman Helmi Affandi menerangkan, temuan berupa struktur batuan andesit di kawasan Punden Sumber Bebek itu dinilai memiliki luasan yang tidak kecil. Hasil penggalian warga beberapa hari lalu, disinyalir luasan ODCB tersebut terpendam melintangi jalan desa hingga ke rumah warga di sisi selatan punden.

Hanya saja, titik ODC dengan jalan desa yang berjarak kurang dari semeter dengan paving jalan desa itu membuat pengembangan temuan tidak leluasa. ’’Kemungkinan, menurut orang-orang dulu, struktur ini masih ada lagi sekitar enam meter ke barat. Ke setelatan itu sepertinya ada terpendam di bawah rumah Pak Welly. Kalau ke timur mungkin tidak ada, karena itu tanah padas. Kemarin juga sudah dicek sama Disbudporapar Kabupaten Mojokerto,’’ terangnya.

Dikatakannya, penggalian yang dilakukan warga tersebut guna membuktikan adanya sisa-sisa bangunan sejarah di Desa Kesiman. Sebab, warga menemukan salah satu batuan struktur ODCB tersebut saat salah satu pohon bulu di punden roboh. Terlebih, lokasi ditemukannya struktur batuan andesit berupa dinding berukuran sekitar 1,5 x 2 meter itu disakralkan warga setempat. ’’Memang tujuan awal kita menggali ini untuk membuktikan peninggalan sejarah era Majapahit supaya kita rawat dan lestarikan bersama dengan lingkungan ini. Mungkin nanti kita akan gali lagi di sisi barat ini secara swadaya,’’ tandas kades.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, menerangkan, dugaan ODCB di Dusun/Desa Kesiman itu layaknya petirtaan kuno karena adanya temuan tiga batu andesit berupa pancuran air seperti di Petirtaan Jolotundo. Terlebih, sekitar 100 meter dari lokasi terdapat sumber air pengunungan yang dimanfaat pihak swasta untuk depo pengisian air. ’’Dilihat dari struktur, temuan, dan karakter lokasi di situ memang sepertinya begitu. Ada kemiripan dengan Petirtaan Jolotundo,’’ sebutnya.

Hanya saja, teka-teki sejarah temuan ODCB tersebut belum gamblang lantaran belum bisa dilakukannya diekskavasi secara menyeluruh. Terlebih, titik temuan tersebut bersinggungan dengan jalan desa dan rumah warga yang tidak jauh dari lokasi. Sehingga, dinilai sulit untuk dilakukan penggalian lebih lanjut. ’’Lokasinya tidak memungkinkan karena ada jalan desa. Kalau digali lagi ya harus bikin jalan alternatif dan lain sebagainya. Apalagi ada rumah warga. Tapi nanti tetap akan kami koordinasikan antara desa dan BPCB Jatim kelanjutannya. Apakah ditampakkan sebagian atau ditutup lagi atau seperti apa,’’ urainya.

Terpisah, Kepala BPCB Jawa Timur Zakaria Kasimin, belum bisa bicara banyak soal temuan ODCB di lereng Gunung Penanggungan tersebut. Sebab, sejak struktur batuan andesit ditemukan warga, pihaknya masih belum bisa mengecek lokasi. ’’Nanti akan kita cek dulu. Karena sumber daya manusia (SDM) kami sedang dinas luar semua,’’ sebutnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kesiman trawas #petirtaan kuno kesiman #benda cagar budaya