Salah satu juri Ganis mengatakan, yang terpenting dari APE adalah menggunakan yang bahan aman untuk anak-anak. Selain itu, APE bisa menonjolkan sisi literasi. "Tingkat kebermanfaatannya sangat terlihat dari karya-karya guru dan kreatif," ujar dia.
Salah satu pemenang mengusung tema kendaraan. Alat itu dapat menunjukkan pengenalan terhadap angka,warna,huruf hingga bentuk geometri. Juga, anak bisa mencocokkan dari warna hingga angka.
"Kami membuatnya dari bahan kaleng bekas. Bahannya sudah kami perhalus dan dilapisi agar aman bagi anak," ujar Hardini dari Kelompok Bermain (KB) Darul Huda, Sekar Putih, Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ditemui seusai pengumuman juara.
Berikut adalah nama-nama juara Lomba APE Dinas P dan K Kota Mojokerto :
Juara 1 : KB Aulia
Juara 2 : KB Aisyah 08
Juara 3 : TPA Ar Rosyid
Juara Harapan 1: KB Seruni
Juara Harapan 2: KB Pelangi
Juara Harapan 3: KB Darul Huda
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 70 guru PAUD, KB, SPS, dan TPA adu kreatif membuat Alat Permainan Edukatif (APE) di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Sabtu (21/5). Dengan bahan bekas, para guru dituntut membuat berbagai macam APE seperti boneka, permainan angka hingga kotak suara.
Kegiatan yang merupakan peringatan Hari Anak Nasional 2022 ini dikemas sederhana. Menariknya, para guru hanya diberikan waktu 2 jam. Mereka menggunakan bahan yang sudah digunakan seperti koran bekas, kardus hingga botol kemasan.
Menurut Dra Goenawati Estiningdyah, M.Si, Kabid Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojojokerto, kegiatan ini untuk mengembangkan kreativitas guru dalam membuat alat pembelajaran. (rif/fen) Editor : Fendy Hermansyah